SAMPANG, KOMPAS.com - Puluhan warga Desa Banyusoka, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (9/4/2012) mendatangi Polres Sampang. Kedatangan mereka untuk menindaklanjuti laporan penggelapan raskin yang sudah disampaikan kepada Polres Sampang setahun yang lalu.
Muhammad Zaki (50), salah satu warga mengatakan, laporan yang sudah disampaikan ke Polres sepertinya hilang ditelan bumi. Pasalnya hingga kini tidak ada perkembangan hasil penyelidikan. "Kami tidak menerima raskin sejak tiga tahun lalu, dan kami tidak tahu pendistribusian itu mandek di mana," terang warga Desa Banyusoka saat di konfirmasi beberapa wartawan di Mapolsek Sampang.
Rosna (36), warga lainnya, menuding Polres Sampang tidak memproses laporan warga. "Kenapa sampai satu tahun laporan kami tidak ada kejelasan? Ini terkesan penyidiknya main-main," ujarnya.
Namun, puluhan warga itu tidak satupun ditemui anggota perwira Polres Sampang. Sebab, jajaran perwira dan pimpinan Polres Sampang sedang menggelar rapat. "SSebaiknya kalian kembali besok saja," kata salah satu anggota petugas jaga.
Puluhan warga tersebut langsung pulang dengan tangan hampa. Meski demikian, mereka mengancam akan kembali lagi ke Polres Sampang dengan massa yang lebih banyak lagi, bila laporan tidak segera diproses. "Sampaikan kepada Pak Kapolres ya, kami akan datang lagi dengan jumlah warga yang lebih besar lagi jika kasus penggelapan raskin masih buram," ungkap Zaki.
Dikonfirmasi usai rapat, Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Roy A Prawirosastro menuturkan, tidak ada laporan yang tidak diproses kalau sudah masuk berkasnya. "Kasus ini terus kami selidiki. Tidak tanggung-tanggung saksi yang sudah kami panggil sebanyak 60 orang. Yang penting warga sabar menunggu hasilnya, karena kami baru 4 bulan bertugas di Sampang," kilahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang