Singapura Terus Tambah Daratan

Kompas.com - 10/04/2012, 08:02 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com — Singapura akan terus menambah luas wilayah mereka melalui reklamasi, pembangunan gedung tinggi, dan membangun di dalam tanah, kata Menteri Pembangunan Nasional Khaw Boon Wan, Senin (9/4/2012).

Jumlah lahan yang dialokasikan untuk industri, perdagangan, dan permukiman sepertinya akan tetap sama selama dekade ke depan, kata Khaw dalam jawaban tertulis atas pertanyaan yang dilayangkan anggota parlemen.

Saat ini sepertiga lahan di Singapura digunakan untuk industri, perdagangan, dan perumahan. Sementara dua pertiga lainnya digunakan untuk jalan, pelabuhan, bandara, waduk, utilitas, tempat latihan militer, serta fasilitas sosial dan komunitas, seperti lahan parkir, rumah sakit, dan sekolah, demikian menurut televisi lokal Channel NewsAsia.

Singapura merupakan negara kota dengan luas wilayah 710 kilometer persegi.

Khaw mengatakan, kementeriannya akan berupaya mendaur ulang dan mengoptimakan lahan yang ada agar pemanfaatannya dapat dikelola dengan baik. Lahan kosong di Pulau Tengah dan Bidadari akan dibuka untuk permukiman, sementara penggunaan lahan perumahan dan industri yang ada akan semakin diintensifkan.

Singapura akan tetap menjadi tempat yang bergengsi dan nyaman untuk membesarkan keluarga anda, kata Khaw.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau