Haji

PKS: Jangan Naikkan Ongkos Haji

Kompas.com - 10/04/2012, 18:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com-  Fraksi Partai Keadilan Sejahtera meminta Kementrian Agama tidak menaikkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji. Selain itu, FPKS juga meminta agar Kementerian Agama melakukan penghematan besar-besaran pada komponen biaya tidak langsung BPIH 2012.

"Komisi Haji DPR RI sudah mengendus adanya inefisiensi dan tumpang tindih dalam usulan anggaran penyelenggaraan ibadah haji yang diajukan pemerintah. Hal ini ditengarai menjadi penyebab selalu naiknya BPIH dari tahun ke tahun. Kualitas perencanaan anggaran Kementerian Agama untuk penyelenggaraan ibadah haji terbilang buruk. Ada pos-pos yang seharusnya dapat dilakukan efisiensi tapi tidak dilakukan. Selain itu ada sejumlah komponen yang tumpang tindih antara pembiayaan dengan dana optimalisasi jamaah dan APBN," ungkap anggota FPKS Jazuli Juwaini di Jakarta, (10/4/2012).

Soal kualitas perencanaan, Jazuli mencontohkan inkonsistensi proposal kementerian pada biaya pemondokan di Mekkah. Pada rapat pembahasan bersama DPR bulan Januari, Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan dengan tegas tidak ada kenaikan biaya pemondokan dari tahun 2011, yaitu rata-rata 3.700 real per jamaah. Namun dalam pembahasan panitia kerja dengan DPR, ia justru meminta ada kenaikan sebesar rata-rata 3.850 real per jamaah.

Belum juga disepakati, Kemenag sudah merevisi kembali agar ada kenaikan menjadi rata-rata 4.500 real per jamaah. "Kalau Kemenag mempunyai perencanaan yang baik tentu ini tidak perlu terjadi, harga seharusnya sudah dapat diprediksi dengan baik. Sehingga kami jadi bertanya-tanya ada apa di balik kenaikan biaya pemondokan? Padahal, kita di DPR menginginkan BPIH tidak naik," kata Jazuli.

Sejak awal, Menteri Agama menegaskan, di luar komponen penerbangan, BPIH tahun 2012 tidak akan naik. Kalaupun ada kenaikan maka pada komponen penerbangan saja sebagai imbas kenaikan harga bahan bakar pesawat.

Dengan usulan biaya pemondokan di Mekkah yang meningkat, maka kenaikan BPIH akan semakin besar dan menambah berat beban jamaah. "Kami akan memastikan Panja BPIH akan melakukan langkah efisiensi besar-besaran pada komponen BPIH, khususnya pada komponen indirect cost agar dana optimalisasi dapat dialokasikan untuk meringankan BPIH yang harus dibayar jamaah," kata Anggota Komisi VIII FPKS ini.

Dalam rangka efisiensi biaya, Jazuli Juwaini yang juga Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, menemukan banyak biaya pada komponen indirect cost yang dibiayai dengan dana optimalisasi jamaah yang tidak sesuai dan tidak tepat dan seharusnya dibiayai APBN.

Bahkan, ada beberapa pos yang terindikasi double anggaran dan tumpang tindih. Beberapa penghematan yang bisa dilakukan antara lain biaya operasional pemeliharaan infrastruktur, pembelian kendaraan operasional, sistem keuangan dan sistem informasi.

Jazuli optimistis BPIH tahun 2012 minimal tidak akan naik, jika tumpang tindih anggaran dapat dicegah sehingga dana optimalisasi dapat dimanfaatkan sebesarnya untuk meringankan BPIH yang ditanggung jamaah. Cara

lain dengan membuka tender penerbangan sehingga ada persaingan harga tanpa mengabaikan kualitas pelayanan. Penghematan biaya operasional haji di Arab Saudi juga wajib dilaksanakan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau