Lagi-lagi Balotelli

Kompas.com - 11/04/2012, 04:45 WIB

Mario Balotelli lagi-lagi berulah kala bertanding melawan Arsenal. Namun, kini perbuatan dia benar-benar sulit dimaafkan oleh Roberto Mancini. Sang Manajer Manchester City yang membawa dan membina Balotelli untuk menjadi pemain besar itu tidak mampu lagi mengontrol Balotelli.

”Sudah berakhir. Kami masih mempunyai enam pertandingan dan dia tidak akan bermain di keenam pertandingan itu,” kata Mancini setelah kekalahan menyakitkan City dari Arsenal, 0-1, di Stadion Emirates, markas Arsenal.

Balotelli menerima kartu merah pada pertandingan itu. Sanksi itu jatuh setelah dia dua kali menjegal lawannya dan wasit mengganjarnya dengan kartu kuning. Alhasil, pemain berjuluk ”Si Anak Bengal” itu tidak bisa bermain di minimal tiga pertandingan.

Mancini mengakui, Balotelli membuat masalah-masalah besar bagi teman-teman setimnya.

”Jika Mario meninggalkan Inggris, apa yang akan Anda lakukan. Anda tentu gembira jika Mario bertahan di sini. Anda bisa menulis satu, dua, atau tiga halaman di surat kabar Anda,” ujar Manajer City itu seraya berseloroh kepada wartawan.

Mancini mengenal Balotelli sejak sang penyerang kontroversial kelahiran Palermo, Italia, 12 Agustus 1990, itu berusia 17 tahun.

”Saya mencintai dia sebagai seorang lelaki. Saya mencintai dia sebagai seorang pemain karena saya tahu dia. Dia bukanlah seseorang yang buruk. Dia pemain yang fantastis,” ujar Mancini.

Lebih lanjut, Mancini menyatakan, sekarang menyesali Balotelli yang terus melupakan bakat dan kualitasnya. Mancini berharap Balotelli menyadari kini dia mengambil jalan buruk untuk masa depannya. ”Saya ingin dia bisa mengubah perilakunya,” ujar Mancini.

Mancini pun tidak kuasa lagi mencegah keinginan manajemen City untuk melepas pemain yang dibeli seharga 23 juta poundsterling (sekitar Rp 333,5 miliar) itu.

Bukan hanya Balotelli yang menjadi sasaran pertimbangan manajemen City. Reputasi Mancini pun kini dievaluasi seiring kemungkinan besar City minus gelar apa pun pada musim ini. Padahal, pemilik baru City mengucurkan begitu banyak uang untuk membangun City.

Manajer asal Italia itu kerap menegaskan, dia orang yang paling tepat untuk membawa City lebih maju. Namun, hasil tanpa gelar pada musim ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemilik City saat ini, penguasa Abu Dhabi, Khaldoon Al Mubarak.

Perihal posisi City yang kini jaraknya kian lebar dari penguasa teratas Liga Inggris, Manchester United, Mancini berharap akan terjadi pergeseran-pergeseran. Meski demikian, dia mengakui MU lebih berpengalaman ketimbang timnya.

”Jadi, kemungkinan ini akan sulit. Namun, sampai ini menjadi tidak mungkin, kami tetap berharap,” ujarnya.

Sarat masalah

Mario Balotelli adalah sosok yang sangat akrab dengan masalah. Bahkan, dia cenderung suka memunculkan masalah sehingga sosoknya terus menjadi perhatian juru warta.

Hanya beberapa hari setelah penandatanganan kontrak dengan City, Agustus 2010, dia menjadi berita utama berbagai media karena menabrakkan mobil Audi R8-nya dalam perjalanan ke tempat latihan City. Balotelli saat itu membawa uang tunai 5.000 poundsterling. Ketika polisi menanyakan mengapa dia menabrakkan mobilnya, Balotelli dengan enteng menjawab, ”Karena saya kaya.”

Oktober 2011, dia menyalakan kembang api di kamar mandi rumahnya sehingga menyulut kebakaran. Beruntung, petugas pemadam kebakaran segera datang sehingga api tidak sampai menghabiskan seluruh kediamannya.

Balotelli juga populer dengan kaus bertuliskan ”Mengapa selalu saya?”.

Dia memamerkan kaus itu setelah mencetak gol pada derbi melawan MU, Oktober 2011.

Dia menerima kartu merah pertama saat pertandingan melawan West Bromwich Albion, November 2010. Ketika itu dia mencetak satu dari dua gol kemenangan City. Namun, wasit mengeluarkan Balotelli karena bertikai dengan pemain West Bromwich, Youssuf Mulumbu.

Hingga pertarungan melawan Arsenal, Minggu lalu, Balotelli empat kali mendapat kartu merah selama bergabung di City.

Di klub itu pula Balotelli sering kali bertindak negatif. Pada Maret 2011, misalnya, dia melemparkan sebuah dart (anak panah kecil) ke tim muda City. Tidak seorang pun terluka dalam insiden itu sehingga Balotelli pun tidak mendapat sanksi apa pun.

”Si Bengal” ini pun melanggar aturan jam malam 48 jam klubnya. Dia nekat berkunjung ke rumah makan kari sebelum pertandingan melawan Chelsea.

Bahkan, dia terlibat pertengkaran dengan kawan setimnya, Micah Richards, pada Desember 2011. Bulan ini, dia terlibat konflik serupa di ruang ganti dengan Yaya Toure.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) juga menghukum Balotelli dengan larangan tampil di empat pertandingan. Dia mendapat hukuman itu sebagai ganjaran membuat kesalahan fatal terhadap pemain Tottenham Hotspur, Scott Parker.

Dalam kehidupan pribadinya, Balotelli juga berhubungan dengan perempuan pendamping yang juga membuat kehidupan Wayne Rooney bermasalah.

”Mario harus menyadari, dia tengah dalam kesulitan. Jika tidak berubah sekarang, dia tidak bisa seperti ini terus,” tegas Mancini. (AP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau