Register 45 mesuji

Keluarga Wan Mauli Surati Presiden dan DPR

Kompas.com - 11/04/2012, 14:45 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Keluarga Wan Mauli, Ketua Lembaga Adat Megou Pak yang ditahan polisi dalam kasus dugaan penipuan jual beli lahan di Register 45 Mesuji, menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan DPR.

Novelia Yulistin (31), puteri kandung Wan Mauli, Rabu (11/4/2012), mengatakan, surat yang juga dikirimkan ke Dewan Perwakilan Daerah dan Kementerian Hukum dan HAM itu berisi permintaan agar ayahnya tidak dikriminalisasi.

"Yang terjadi sekarang ini kan ayah saya telah dikriminalisasi. Keberadaan dia di Mesuji (Register 45) kan untuk membantu atas permintaan warga di sana. Tidak ada jual beli lahan. Entah mengapa tiba-tiba muncul kwitansi yang ditandatangani ayah saya, namun itu bukan berisi jual beli. Melainkan bantuan untuk akomodasi kegiatan perjuangan di Jakarta," ujarnya.

Ia menambahkan, surat yang dikirimkan ke Presiden dan DPR itu juga berisi tandatangan dukungan simpati dari sejumlah masyarakat di Mesuji, tokoh adat, dan 14 ormas atau LSM di Mesuji dan Tulang Bawang.

Hingga hari ini, Wan Mauli masih ditahan di Markas Polda Lampung sejak 5 Maret lalu. Penyidik Polda Lampung telah melakukan perpanjangan penahanan.

Sebelumnya, pihak keluarga, lembaga adat dan Bupati Tulang Bawang Abdurrachman Sarbini telah mengajukan penangguhan penahanan. Namun, itu diacuhkan penyidik.

"Sampai sekarang itu (permohonan penangguhan penahanan) tidak direspon. Tidak ditolak, juga tidak diterima. Harusnya kan ada surat jawaban, setidaknya lisan, biar ada kejelasan," ujar Novelia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau