Ujian nasional

BSNP: Kecemasan Guru Patut Dipertanyakan

Kompas.com - 11/04/2012, 15:32 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Guru dan siswa jangan cemas, apalagi sampai khawatir berlebihan menghadapi ujian nasional (UN) yang akan dilaksanakan Senin (16/4/2012) pekan depan. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Jemari Mardapi di Kota Tangerang, Rabu (11/4/2012) mengatakan, pembuatan lima paket naskah UN akan dibagikan secara acak guna mencegah kecurangan pada peserta

"Saya meminta pelaksanaan UN harus jujur dan tidak bocor," kata Jemari.

Menurut dia, tenaga pendidik dan siswa tidak perlu cemas, karena kelulusan UN digabungkan dengan hasil ujian lainnya, yaitu nilai ujian sekolah sekitar 40% dan 60% nilai UN. Dengan nilai gabungan itu, siswa harus meraih nilai 5,5 untuk mencapai kelulusan.

"Saya berharap UN itu tidak menimbulkan kekhawatiran bagi guru dan anak didik," ujarnya.

Ia menyebutkan, pencapaian kelulusan UN tahun ajaran 2010-2011 mencapai 99,80% setelah penggabungan nilai rapor dan hasil UN. Karena itu, kata dia, para tenaga pendidik jangan ketakutan pada UN, karena soal-soalnya tidak begitu sulit.

"Kalau guru yang merasa cemas menghadapi UN, dipastikan mutu pendidikan di sekolahnya masih dipertanyakan. Jika gurunya sudah memiliki kompetensi, tentu tingkat kelulusan bisa mencapai 100 persen," katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pandegalng Efi Saepudin mengatakan, pihaknya meminta UN jangan dijadikan alat penentu kelulusan. Sebab, bagi tenaga pendidik di daerah banyak permasalahan, di antaranya buruknya sarana dan prasarana pendidikan, terbatasnya media pembelajaran, guru yang mengajar bukan bidang mata pelajaran dan sosial ekonomi masyarakat.

"Kami merasa berat jika UN dijadikan penentu kelulusan dan dipastikan banyak sekolah yang tidak jujur," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau