TANGERANG, KOMPAS.com - Guru dan siswa jangan cemas, apalagi sampai khawatir berlebihan menghadapi ujian nasional (UN) yang akan dilaksanakan Senin (16/4/2012) pekan depan. Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Jemari Mardapi di Kota Tangerang, Rabu (11/4/2012) mengatakan, pembuatan lima paket naskah UN akan dibagikan secara acak guna mencegah kecurangan pada peserta
"Saya meminta pelaksanaan UN harus jujur dan tidak bocor," kata Jemari.
Menurut dia, tenaga pendidik dan siswa tidak perlu cemas, karena kelulusan UN digabungkan dengan hasil ujian lainnya, yaitu nilai ujian sekolah sekitar 40% dan 60% nilai UN. Dengan nilai gabungan itu, siswa harus meraih nilai 5,5 untuk mencapai kelulusan.
"Saya berharap UN itu tidak menimbulkan kekhawatiran bagi guru dan anak didik," ujarnya.
Ia menyebutkan, pencapaian kelulusan UN tahun ajaran 2010-2011 mencapai 99,80% setelah penggabungan nilai rapor dan hasil UN. Karena itu, kata dia, para tenaga pendidik jangan ketakutan pada UN, karena soal-soalnya tidak begitu sulit.
"Kalau guru yang merasa cemas menghadapi UN, dipastikan mutu pendidikan di sekolahnya masih dipertanyakan. Jika gurunya sudah memiliki kompetensi, tentu tingkat kelulusan bisa mencapai 100 persen," katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Pandegalng Efi Saepudin mengatakan, pihaknya meminta UN jangan dijadikan alat penentu kelulusan. Sebab, bagi tenaga pendidik di daerah banyak permasalahan, di antaranya buruknya sarana dan prasarana pendidikan, terbatasnya media pembelajaran, guru yang mengajar bukan bidang mata pelajaran dan sosial ekonomi masyarakat.
"Kami merasa berat jika UN dijadikan penentu kelulusan dan dipastikan banyak sekolah yang tidak jujur," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang