Diakuisisi Facebook, Duo Pendiri Instagram Kaya Mendadak

Kompas.com - 12/04/2012, 04:10 WIB

KOMPAS.com — Setelah Instagram diakuisisi oleh Facebook dengan nilai Rp 9 triliun, dua orang pendiri Instagram pun otomatis menjadi miliuner baru. Keduanya adalah Kevin Systrom dan Mike Krieger.

Dikutip dari Daily Mail, Systrom dikabarkan punya 40 persen saham Instagram sehingga ia berhak atas 400 juta dollar AS atau Rp 3,64 triliun. Kemudian, Krieger memiliki 10 persen saham sehingga dia meraup uang 100 juta dollar AS atau Rp 910 miliar.

Sisanya akan dimiliki oleh dua perusahaan yang berinvestasi di Instagram, yakni Benchmark Capital dan Baseline Ventures.

Sempat diajak ke Facebook
Meski keduanya membangun Instagram bersama-sama, Systrom bisa disebut sebagai otak di balik kesuksesan aplikasi editing dan sharing foto tersebut.

Sejak kuliah, Systrom sudah jatuh cinta dengan dunia fotografi. Karena kecintaannya pada fotografi, pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg sempat mengajaknya bergabung di Facebook pada 2004 untuk mengembangkan fitur foto.

Namun, Systrom menolak tawaran itu lantaran ingin menyelesaikan kuliah dan tak mau bernasib sama seperti Zuckerberg yang drop out dari Harvard University untuk mendirikan Facebook.

"Sayangnya, saya memutuskan untuk tetap bersekolah," ungkap Systrom mengenang pertemuan itu.

Setelah lulus, Systrom bekerja di Google dan mengurusi Google Mail. Setelah itu, ia mendirikan start-up yang menciptakan Burbn, sebuah aplikasi berbasis lokasi khusus Twitter. Pendiri Twitter, Jack Dorsey, pun tertarik dengan Burbn sehingga ia menginvestasikan uangnya di start-up itu.

Pertemuan Kevin Systrom dengan Mike Krieger
Kevin Systrom dan mitranya Mike Krieger sama-sama alumni Stanford University, California, Amerika Serikat, tetapi mereka tak pernah bertemu di kampus.

Mereka baru saling mengenal setelah lulus kuliah dalam program Fellows Mayfield, sebuah program dari Stanford yang mengajarkan lulusannya untuk berbisnis.

Keduanya saling berbincang dan bertukar ide. Dan, pada Oktober 2010, mereka sepakat mendirikan aplikasi editing dan sharing foto, yang diberi nama Instagram.

Tanggal 6 Oktober 2010 menjadi momen penting karena Instagram resmi dirilis di toko aplikasi Apple App Store. Sejak saat itu hingga 18 bulan ke depannya, Instagram eksklusif untuk perangkat berbasis iOS, yakni iPhone, iPad, dan iPod Touch.

Pada awal 2011, Instagram sudah memperoleh dana investasi dari Benchmark Capital sebesar 7 juta dollar AS, yang meningkatkan nilai perusahaan menjadi 25 juta dollar AS. Selanjutnya, Instagram kembali mendapat investasi dari Baseline Ventures sebesar 500.000 dollar AS.

Pada 3 April 2012, Instagram resmi meluncur untuk platform Android. Tak selang sepekan, start-up kecil yang diasuh 13 karyawan ini diakuisisi oleh raksasa jejaring sosial Facebook. Nilai akuisisinya mencapai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 9,1 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau