Lks sd

Kemdikbud Lepas Tangan soal Materi "Istri Simpanan" di LKS

Kompas.com - 12/04/2012, 11:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Pusat Kurikulum dan Buku Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Puskurbuk Kemdikbud) Diah Hariyanti mengaku tidak tahu-menahu perihal adanya lembar kerja siswa sekolah dasar yang memuat materi tentang "istri simpanan". Ia menegaskan, hal itu merupakan tanggung jawab internal sekolah. 

Diah mengatakan, pemerintah pusat tidak pernah menganjurkan setiap sekolah memberikan lembar kerja siswa (LKS) kepada para siswanya.

"Wah, saya tidak tahu. Itu bukan tanggung jawab kami karena LKS diedarkan tanpa harus melewati seleksi Puskurbuk," kata Diah kepada Kompas.com, Kamis (12/4/2012) di Jakarta.

Diah menjelaskan, Puskurbuk hanya melakukan seleksi buku teks pelajaran dan buku nonteks pelajaran. Itulah sebabnya, lanjut dia, LKS kemudian tidak perlu mendapatkan "restu" Puskurbuk karena sifatnya hanya sebagai pengayaan mata pelajaran di sekolah.

Menurut Diah, setiap sekolah seharusnya melakukan seleksi ulang terkait semua buku yang diedarkan di sekolahnya. Tidak hanya untuk LKS, tetapi juga untuk buku yang telah lolos seleksi Puskurbuk.

"Yang melalui Puskurbuk saja harus diseleksi, apalagi LKS yang tidak melalui kami. Itu supaya cocok dengan visi sekolah," ujarnya.

Sebagai informasi, LKS Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (muatan lokal) yang diedarkan untuk siswa kelas II SD memuat materi tentang "istri simpanan", yaitu pada judul kisah 'Bang Maman dari Kali Pasir'. Materi yang terasa "janggal" untuk anak usia SD tersebut dimuat di halaman 30 dalam buku yang diterbitkan oleh PT MK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau