Wapres Minta Evaluasi Ulang Penanganan Mitigasi Bencana

Kompas.com - 13/04/2012, 11:45 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono meminta ada evaluasi ulang terhadap upaya penanganan mitigasi bencana alam, khususnya saat gempa besar seperti yang terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera lainnya, Rabu (11/4/2012).

Dia yakin, para ahli kegempaan di Indonesia dapat memberi solusi atas masalah tersebut. "Ini pelajaran yang harus kita ambil, apa yang menjadi masalah. Di atas kertas SOP (standard operational procedure) sudah bagus, tapi dengan kejadian kemarin harus kita lihat lagi, apa yang kurang. Saya yakin, ahli-ahli kita bisa, dan kalau perlu mendatangkan," kata Boediono di Pendopo Gubernur Aceh, Jumat (13/4/2012).

Dia menambahkan, perlu ya perbaikan antisipasi bencana tak hanya di Aceh, tapi juga daerah-daerah lain, seperti Mentawai dan daerah sepanjang pantai barat Sumatera, serta Jawa Barat.

Dalam kunjungan di Banda Aceh itu, sedianya Boediono akan mengunjungi infrastruktur sistem peringatan dini tsunami di Banda Aceh. Namun, rencana tersebut dibatalkan. Skitar pukul 10.30, Boediono berangkat ke Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh untuk melanjutkan perjalanan ke Medan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau