Jakarta, Kompas
Hal itu dikatakan Sutarto, Jumat (13/4), di Jakarta. ”Dibandingkan dengan pengadaan beras tahun 2008, 2010, dan 2011, pengadaan beras Bulog tahun ini sudah jauh lebih baik,” jelasnya.
Tahun 2008, peningkatan produksi beras di atas 5 persen persen. Pengadaan pada periode sama mencapai 752.000 ton.
Pengadaan beras tahun ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2010 yang hanya 477.000 ton. Padahal, produksi padi saat itu hanya naik 3,22 persen. Adapun tahun 2011, dengan produksi yang turun 1,1 persen, pengadaan beras Bulog 600.000 ton.
Sutarto mengatakan, pengadaan beras Bulog realisasinya 882.000 ton dengan kontrak 1.006.000 ton.
Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengadaan. Upaya itu termasuk dengan menjalankan strategi dorong-tarik, Bulog menarik petani menjual ke Bulog, sedangkan pemerintah daerah yang mendorong.
Strategi semut juga dijalankan dengan menjalin kemitraan dengan penggilingan skala kecil, petani, kelompok tani, ataupun gerakan peningkatan produksi beras berbasis korporasi.
Menurut Sutarto, pengadaan beras sangat dipengaruhi harga dan produksi. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga beras bulan ini dibandingkan bulan lalu turun 1,58 persen.
Dalam siaran pers, anggota Komisi IV dari Fraksi PKS, Rofi’ Munawar, menyatakan, serapan beras Bulog tahun 2012 sebesar 4 juta ton terancam gagal akibat kalah bersaing dengan pedagang dan tidak cepat dalam menyerap beras petani.
Hingga kemarin, pengadaan beras Bulog baru 20 persen di sentra-sentra produksi beras nasional.
”Bulog harus lebih giat lagi dalam menyerap beras petani di masa panen kali ini dan tidak boleh kalah oleh pedagang. Masa panen sampai dengan Juli dapat dimaksimalkan dengan membangun kemitraan, bukan hanya dengan mitra kerja namun hingga ke petani-petani,” jelasnya.
Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, produksi padi tahun ini 68 juta ton gabah kering giling.
Dalam kondisi seperti ini, Bulog diharapkan lebih kreatif dalam melakukan pengadaan.
Suswono mengatakan, harga pembelian pemerintah (HPP) beras Bulog Rp 6.600 per kilogram. Namun, pemerintah membeli beras ke Bulog Rp 8.000 per kilogram. Terdapat selisih harga yang besar.