Kebutuhan beras

Kontrak Pengadaan Satu Juta Ton Lebih

Kompas.com - 14/04/2012, 04:42 WIB

Jakarta, Kompas - Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengungkapkan, tantangan pengadaan beras tahun 2012 cukup berat. Meskipun begitu, Bulog sudah melakukan kontrak pengadaan beras sampai Jumat kemarin sebanyak 1.006.000 ton.

Hal itu dikatakan Sutarto, Jumat (13/4), di Jakarta. ”Dibandingkan dengan pengadaan beras tahun 2008, 2010, dan 2011, pengadaan beras Bulog tahun ini sudah jauh lebih baik,” jelasnya.

Tahun 2008, peningkatan produksi beras di atas 5 persen persen. Pengadaan pada periode sama mencapai 752.000 ton.

Pengadaan beras tahun ini hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2010 yang hanya 477.000 ton. Padahal, produksi padi saat itu hanya naik 3,22 persen. Adapun tahun 2011, dengan produksi yang turun 1,1 persen, pengadaan beras Bulog 600.000 ton.

Sutarto mengatakan, pengadaan beras Bulog realisasinya 882.000 ton dengan kontrak 1.006.000 ton.

Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengadaan. Upaya itu termasuk dengan menjalankan strategi dorong-tarik, Bulog menarik petani menjual ke Bulog, sedangkan pemerintah daerah yang mendorong.

Strategi semut juga dijalankan dengan menjalin kemitraan dengan penggilingan skala kecil, petani, kelompok tani, ataupun gerakan peningkatan produksi beras berbasis korporasi.

Menurut Sutarto, pengadaan beras sangat dipengaruhi harga dan produksi. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga beras bulan ini dibandingkan bulan lalu turun 1,58 persen.

Dalam siaran pers, anggota Komisi IV dari Fraksi PKS, Rofi’ Munawar, menyatakan, serapan beras Bulog tahun 2012 sebesar 4 juta ton terancam gagal akibat kalah bersaing dengan pedagang dan tidak cepat dalam menyerap beras petani.

Hingga kemarin, pengadaan beras Bulog baru 20 persen di sentra-sentra produksi beras nasional.

”Bulog harus lebih giat lagi dalam menyerap beras petani di masa panen kali ini dan tidak boleh kalah oleh pedagang. Masa panen sampai dengan Juli dapat dimaksimalkan dengan membangun kemitraan, bukan hanya dengan mitra kerja namun hingga ke petani-petani,” jelasnya.

Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan, produksi padi tahun ini 68 juta ton gabah kering giling.

Dalam kondisi seperti ini, Bulog diharapkan lebih kreatif dalam melakukan pengadaan.

Suswono mengatakan, harga pembelian pemerintah (HPP) beras Bulog Rp 6.600 per kilogram. Namun, pemerintah membeli beras ke Bulog Rp 8.000 per kilogram. Terdapat selisih harga yang besar. (MAS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau