Wisata ke Eropa, Australia, dan Korea Masih Favorit

Kompas.com - 16/04/2012, 10:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisatawan asal Indonesia ternyata masih memilih tujuan-tujuan wisata yang memang selama ini telah menjadi destinasi favorit untuk berwisata. Hal tersebut dapat terlihat transaksi penjualan yang terjadi di Kompas Travel Mart yang berlangsung selama tiga hari yaitu 13-15 April 2012 di Mal Grand Indonesia Jakarta. "Favoritnya masih seputar Eropa dan Australia. Terutama dalam dua hari pertama, penjualan Eropa banyak juga," kata Yopi dari Smailing Tour kepada Kompas.com, Minggu (15/4/2012).

Smailing Tour memiliki beberapa paket tur Eropa. Menurut Yopi, paket tur Eropa yang banyak dibeli adalah "Around Europe" yaitu mengelilingi kota-kota dari negara-negara di Eropa Barat seperti Italia, Perancis, Belgia, dan lain-lain selama sekitar 18 hari. "Yang juga laku adalah Europe Fantastic, harganya mulai dari 2.288 dollar AS. Perjalanan 13 atau 16 hari ke kota-kota seperti Roma, Paris, Venesia, Frankfurt, Cologne, London, dan lain-lain," jelas Yopi.

Sementara itu, di stan Panorama Tour juga menampilkan penjualan yang serupa, yaitu permintaan tur lebih banyak di destinasi-destinasi Eropa. Eva dari Panorama Tour mengungkapkan 40 persen dari penjualan paket tur untuk grup adalah tur ke Eropa, terutama Eropa Barat. "Mereka beli untuk liburan Juni dan Juli atau Lebaran. Walau masih jauh mereka booking jauh-jauh hari untuk dapat diskon. Lagi pula mereka tahu untuk mengurus visa ke Eropa lebih lama," tuturnya.

Harga paket tur Eropa yang dijual Panorama Tour mulai dari 2.400 dollar AS. Eva mengatakan untuk calon turis yang sudah sering ke Eropa Barat masih memilih Eropa namun lebih dikembangkan. "Turnya di-upgrade seperti menjadi tur Rusia-Skandinavia, Spanyol-Portugal, atau Eropa Timur," katanya.

Sementara itu, Korea Selatan, ungkap Eva, tetap dilirik, begitu pula Jepang. "Tapi itu tadi. Mereka tahu kalau visa untuk Eropa keluarnya lama. Kalau Korea dan Jepang cepat, seminggu sudah jadi. Jadi biasanya yang beli paket tur Korea dan Jepang itu last minute," jelasnya.

Beberapa tahun belakangan, "demam" Korea Selatan tengah melanda Indonesia. Terutama sejak masuknya musik-musik Korean Pop dengan boyband dan girlband serta aneka drama Korea. Hal tersebut diakui oleh Stella dari Panen Tour. Selama pameran berlangsung, menurut Stella, favorit pembeli di stan Panen Tour adalah Korea Selatan.

Panen Tour menjual paket mulai dari 1.348 dollar AS dengan rencana perjalanan mulai dari Seoul, Jeju, Nami Island, Mount Sorak Ski Resort. "Korea Selatan naik daun 2-3 tahun belakangan. Bahkan, kami selama dua bulan kemarin sudah mendapatkan tujuh grup tur ke Korea Selatan," jelasnya.

Jika Anda melewatkan acara Kompas Travel Mart ini, Anda masih dapat membeli aneka paket wisata harga spesial di luar pameran. Tentu saja harganya akan berbeda dengan saat pameran. Kompas Travel Mart merupakan pameran wisata yang diikuti oleh 6 maskapai penerbangan, 15 biro perjalanan wisata, 2 taman wisata, dan 20 hotel serta resor dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta pameran menawarkan harga spesial dan harga diskon selama pameran berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau