Agus Prayogo "Lepas" Nomor 1.500 Meter

Kompas.com - 16/04/2012, 18:25 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Pelari nasional Agus Prayogo tidak berani memasang target di nomor lari 1.500 meter pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau, 9-20 September 2012.
    
"Saya tidak berani memasang target meraih medali emas lari 1.500 meter pada PON mendatang karena pesaingnya sangat ketat," kata Agus Prayogo yang akan membela tim Jawa Tengah..
    
Menurut dia, pada nomor ini peraih medali emas SEA Games 2011, Ridwan dari Nusa Tenggara Barat bakal turun di nomor ini. "Catatan waktu terbaik saya di nomor ini masih kalah oleh Ridwan," katanya.
    
Saat meraih medali emas SEA Games XXVI 2011, Ridwan mencapai garis finis dengan catatan waktu tiga menit 47 detik sedangkan catatan waktu terbaik dirinya pada nomor ini adalah tiga menit 49 menit saat tampil pada Thailand Open 2011.
    
"Kalau medali perak, saya masih bisa karena catatan waktu saya dengan peraih medali emas PON XVII/2008 Kalimantan Timur masih unggul saya. Tetapi kalau medali emas, tidak berani," katanya.
    
Peraih medali emas nomor lari 1.500 meter pada pesta olahraga multievent empat tahunan di Kalimanta Timur adalah Abdul Haris dengan catatan waktu tiga menit 55 detik. "Saya masih unggul dari dia," kata pelari asal Kota Magelang tersebut.
    
Ia mengatakan, dirinya bakal turun pada tiga nomor lari pada PON di Riau mendatang, yaitu dari lari 1.500 meter, 5.000 meter, dan 10.000 meter. "Kalau untuk lari 5.000 dan 10.000 meter berani menargetkan emas," kata peraih dua medali emas SEA Games 2011.
    
Ketua Umum Pengprov PASI Jawa Tengah, Warso Susilo mengatakan, Agus Prayogo dan Trianingsih diharapkan bisa meriah masing-masing tiga medali emas pada PON di Riau mendatang.
    
Kalau Trianingsih, kata dia, untuk lari 5.000 meter, 10.000 meter, dan maraton (42,195 kilometer) putri, sedangkan Agus Prayogo dari 1.500 meter, 5.000 meter. dan 10.000 meter.
    
Medali emas lainnya diharapkan dari Suryo Agung Wibowo dari nomor lari 100 meter dan 200 meter, Dwi Ratnawati dari lempar cakram, dan Krisna Wahyu dari tolak peluru putra.
    
Pada PON  XVII/2008 Kalimantan Timur, cabang atletik berhasil meraih lima medali emas yaitu dua dari Suryo Agung Wibowo, dua dari Trianingsih, dan satu dari Dwi Ratnawati.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau