Istri Chris John Kembali Nyanyikan "Indonesia Raya"

Kompas.com - 17/04/2012, 17:16 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Istri Chris John, Anna Maria Megawati, kembali akan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya menjelang pertarungan suaminya melawan petinju Jepang, Shoji Kimora, di Marina Bay Sands Resort Singapura, 5 Mei 2012.

"Saya sudah ditunjuk manajemen untuk menyanyikan kembali lagu kebangsaan Indonesia Raya menjelang Chris John bertarung di Singapura mendatang," kata Anna kepada Antara ketika dihubungi di Semarang, Senin (16/4/12).

Menurut mantan atlet wushu tersebut, dirinya akan berangkat ke Singapura pada 24 April mendatang. "Saya singgah dulu di Batam karena ada keperluan di sana kemudian langsung ke Singapura," katanya.

Ini akan menjadi penampilan kedua ibu dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) tersebut di atas ring, untuk menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia Raya. Sebelumnya, dia juga didaulat untuk hal serupa ketika Chris John, pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA bertarung melawan petinju Ukraina, Stanyslav Merdov, di Australia, 30 November 2011.

"Saya kira nanti yang kedua kalinya saya sudah tidak deg-degan karena ini sudah yang kedua, apalagi banyak warga Indonesia yang berada di sana," katanya.

Kalau yang pertama di Australia itu, lanjut dia, memang sempat deg-degan, apalagi saat itu dibatasi waktu. "Kalau di Singapura mendatang tidak ada batasan waktunya sehingga saya bisa lebih tenang membawakan lagu Indonesia Raya," katanya.

Petinju dengan rekor bertarung 46 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri tersebut akan mempertahankan gelar ke-16 kali menghadapi petinju Jepang, Shoji Kimora di Singapura, 5 Mei 2012.

Bersamaan dengan pertarungan mereka, petinju Indonesia lainnya juara IBO Asia Pasifik Daud Yordan akan melawan petinju Filipina, Lorenzo Villanueva dalam partai memperebutkan gelar juara dunia IBO kelas bulu yang lowong.

Chris John dan Yordan berangkat ke Singapura

Sementara itu Chris John dan Daud Yordan berangkat ke Singapura dalam waktu yang berbeda. Project Manager dari Mahkota Promotion, Wahju Prasetyo ketika dihubungi dari Semarang, Selasa (17/4/12), mengatakan Chris John berangkat 24 atau 25 April sedangkan Daud baru berangkat ke Singapura 30 April mendatang.

Dia mengatakan, pada pekan ini Chris John direncanakan kembali ke Indonesia terlebih dulu untuk bertemu keluarganya di Semarang. "Mungkin Sabtu (21/4) atau Minggu (22/4), Chris John kembali ke Semarang," katanya.

Setelah itu, kata dia, kembali ke Jakarta kemudian berangkat ke Singapura. "Sisa waktu sebelum bertarung akan dimanfaatkan Chris John untuk penyesuaian diri dengan suasana di Singapura," katanya.

Menurut dia, mungkin kalau soal iklim di Singapura tidak terlalu berbeda jauh dengan di Indonesia tetapi Chris John perlu penyesuaian diri dengan suasana.

Pertarungan di Singapura merupakan pertama kali bagi pemegang rekor 46 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri ini. Pertarungan-pertarungan sebelumnya belum pernah dilakukan di sana.

Chris John mempertahankan gelar di Australia dua kali (melawan Tommy Brouwn/Australia dan Stanislav Merdov/Ukraina), di Jepang tiga kali (lawan Osamu Sato, Zaiki Takemoto, dan Hiroyuki Enoki), kemudian di Amerika Serikat dua kali (dua kali lawan petinju tuan rumah Rocky Juarez). Selebihnya Chris John bermain di Indonesia baik di Tenggarong, Kalimantan Timur, dan Jakarta.

Chris John sudah 15 kali bertarung mempertahankan gelar dan terakhir saat menang atas petinju Ukraina Stanyslav Merdov di Australia, 30 November 2011.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau