”Anda mencari cara untuk melukai Barcelona dan membuat mereka kesulitan. Saya telah menyaksikan banyak pertandingan,” ujar Di Matteo.
”Kami hanya harus mengeksploitasi mereka,” ujar mantan pemain tengah Chelsea itu.
Pelatih asal Italia itu sepertinya akan menerapkan formasi menyerang dengan tetap memasang dua gelandang di depan empat pemain bertahan. Dua gelandang versi Di Matteo ini terbukti efisien memperbaiki kekuatan lini tengah dan pertahanan Chelsea yang hilang di era Pelatih Andre Villas-Boas.
Frank Lampard yang kemungkinan dipasangkan dengan Michael Essien akan mengisi posisi dua gelandang jangkar. Saat menundukkan Napoli 4-1 di perempat final, Lampard diduetkan dengan John Obi Mikel.
Tugas utama mereka saat menjamu Barcelona adalah memutus alur bola menuju Lionel Messi dan Alexis Sanchez. Posisi dua gelandang menjadi sangat vital untuk menjaga kerapatan antarlini. Mereka juga akan memaksa Messi lebih bermain ke dalam, pada posisi di mana dia menjadi kurang bebas bergerak.
Namun, terlalu berkonsentrasi menjaga Messi adalah jebakan yang mematikan. Barcelona memiliki gelandang-gelandang yang lihai menjebol gawang lawan. Bek sayap Dani Alves pun sangat berbahaya melalui tendangan-tendangan jarak jauhnya.
”Ini bukan hanya menjaga seorang pemain karena mereka pasti mempunyai banyak pemain yang bisa melukai kami,” ujar Di Matteo.
”Ini harus menjadi taktik tim, strategi tim, supaya bisa meredam ancaman mereka,” kata Di Matteo, yang mengetahui lini pertahanan Barca bukan yang terkuat.
Langkah pertama yang dilakukan Di Matteo adalah mempertebal kepercayaan diri para pemain untuk bermain dengan pola yang dimiliki Chelsea. Para pemain Chelsea harus melupakan rasa pahit saat disingkirkan Barcelona melalui gol penyama kedudukan 1-1 yang dicetak Andres Iniesta di semifinal Liga Champions 2009. Sejumlah pemain kunci Chelsea, seperti John Terry, Frank Lampard, dan Didier Drogba, mengalami momen menyakitkan itu.
”Anda harus yakin kepada diri sendiri. Di Chelsea, kami merasa pernah memberi mereka perlawanan yang ketat ketika kami bertemu mereka sebelumnya dan kami siap melakukannya lagi,” ujar Lampard.
Chelsea juga harus mewaspadai lini pertahanan yang kehilangan David Luiz karena cedera. Posisinya akan diisi Garry Cahill yang tampil semakin solid berduet dengan John Terry. The Blues bisa sedikit lega karena Branislav Ivanovic bisa kembali tampil.
Kepercayaan diri para pemain Chelsea untuk memainkan gaya permainan mereka menjadi kunci mengimbangi Barcelona. Ketidakpercayaan diri telah membuat mereka gagal menuju final tiga tahun lalu.
”Chelsea tidak mencapai final karena rasa takut. Tim yang unggul satu pemain, tampil di kandang, dan unggul gol seharusnya terus menyerang. Tetapi, tentu saja jika tidak memiliki konsep permainan menyerang, Anda akan bertahan dan tersingkir,” ujar Dani Alves mengenai putaran kedua semifinal Liga Champions 2009.
Pemain bertahan asal Brasil itu memperingatkan, jangan pernah memberikan kesempatan menguasai bola saat melawan Barcelona. Chelsea pada 2009 melakukan banyak bola lambung tanpa pernah terarah untuk menembus pertahanan Barcelona.
”Mereka tidak pernah melangkah maju. Dengan kata lain, mereka memberi kami penguasaan. Hal terburuk yang bisa Anda lakukan terhadap Barcelona adalah memberi mereka penguasaan bola,” ujar Alves.