Panglima TNI: Tindak Oknum yang Terlibat Geng Motor

Kompas.com - 18/04/2012, 21:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono menyatakan pihaknya tak segan-segan bertindak tegas terhadap oknum TNI yang selama ini diduga turut terlibat dalam aksi geng motor.

"Saya sangat berkomitmen untuk menindak seluruh personil yang terlibat. Kita dukung agar pemeriksaan dilakukan transparan dan sebaik-baiknya," kata Agus usai melayat di kediaman Laksamana TNI (Purn) Sudomo, Jakarta, Rabu (18/4/2012).

Untuk menindaktegas prajurit yang diduga terlibat, kata Agus, pihaknya tetap menunggu hasil penyidikan oleh Kepolisian RI. TNI, kata dia, akan mendukung sepenuhnya kerja Polri untuk menemukan para pelaku geng motor bermasalah tersebut.

"Tentunya kepolisian akan memilah dan memilih, mana nanti yang akan ditangani kepolisian, mana nanti yang ditangani POM TNI," lanjutnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul. Ia mengatakan, belum ada arah pemeriksaan polisi yang menyebut keterlibatan oknum anggota TNI dalam kasus geng motor.

"Kalau memang ada yang nakal, kita berikan hukuman sesuai hukum yang berlaku. Namun tetap bagi yang membunuh TNI, dan yang menembak, kita sama-sama lah, kita serahkan ke saudara kita Polisi, akan dicari, dan ini sudah ada kesepakatan," pungkas Iskandar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau