YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen untuk meningkatkan jumlah pertukaran mahasiswa hingga 100 persen. Saat ini terdapat 7.000 mahasiswa Indonesia di AS, dan dalam beberapa tahun mendatang akan ditingkatkan dua kali lipat.
Menurut Nizam, sekretaris dewan pendidikan tinggi, Pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa untuk belajar di AS, demikian pula sebaliknya. Dalam kerja sama ini Indonesia akan fokus memperdalam ilmu dalam bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM). Sementara AS akan fokus pada bidang seni dan budaya.
"Amerika bagus di bidang STEM, jadi kami dorong mahasiswa kita belajar ke sana. Sementara kita unggul di bidang seni, budaya, dan bidang-bidang humaniora. Jadi kami ajak dan dorong mahasiswa Amerika belajar di sini ," ujar Nizam, seusai menghadiri acara US-Indonesia Joint Council on Higher Education Partnership di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Jumat (20/4/2012).
Dewan Kerja Sama Indonesia-AS untuk Kemitraan Pendidikan Tinggi, lanjut Nizam, saat ini tengah berupaya memfasilitasi pertemuan perwakilan dari 13 universitas di AS dengan 16 perguruan tinggi di Indonesia.
Dari pertemuan itu diharapkan muncul kerja sama tidak hanya dalam pertukaran mahasiswa, tetapi juga dalam kerja sama penelitian serta penyelenggaraan seminar ataupun workshop bersama.
"Program joint council memang mendorong kerja sama dengan prinsip kesetaraan antara Indonesia-AS. Kita saling memberi dan saling menerima, baik dalam joint research maupun dalam pendidikan," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang