Geng motor

Pelaku Tawuran Bukan Geng Motor

Kompas.com - 20/04/2012, 20:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaku tawuran di Jalan Pattimura, sekitar Taman Mataram, Jakarta Selatan, dipastikan bukan geng motor walaupun dua kelompok yang terlibat menggunakan sepeda motor. Tawuran tersebut mengakibatkan dua siswa SMA 3 Setiabudi terluka serius.

"Dua kelompok itu memang menggunakan sepeda motor, tetapi mereka bukan geng motor. Korban tawuran itu dari SMA 3 Setiabudi, sementara kelompok lain belum kami ketahui," tutur Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kebayoran Baru Komisaris Nuredy, Jumat (20/4/2012), di Jakarta.

Sesuai keterangan saksi, pelaku kekerasan gerombolan adalah remaja berseragam sekolah yang sudah dicoret-coret. Pelaku dan korban sama-sama menggunakan sepeda motor. Tawuran tersebut terjadi pada Kamis sekitar pukul 20.00.

Sejauh ini, polisi baru memeriksa seorang saksi, yaitu pedagang yang biasa beroperasi di lokasi kejadian. Di tempat kejadian, polisi menyita barang bukti berupa beberapa bilah bambu, pedang 50 sentimeter, dan golok 30 cm. Barang bukti itu diduga kuat dipakai pelaku dan korban tawuran saat dua kelompok tersebut bentrok.

Polisi belum menetapkan tersangka terkait dengan kasus ini. Tim Reserse Kriminal Polsek Kebayoran Baru masih terus mengejar pelaku kekerasan tersebut.

Adapun saksi korban belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di RS Pusat Pertamina, Kebayoran Baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau