Proliga

Bontang LNG Badak ke Empat Besar

Kompas.com - 21/04/2012, 03:40 WIB

Gresik, Kompas - Tim bola voli putri Bontang LNG Badak mengukir sejarah untuk pertama kalinya dengan lolos ke babak empat besar turnamen BSI Proliga 2012. Kesuksesan tim Bontang ini dipastikan setelah Agustin Wulandari dan kawan-kawan menang 3-1 (25-23, 25-17, 19-25, dan 25-21) atas Indramayu Alko pada lanjutan Proliga di Gelanggang Olahraga Tridharma, Gresik, Jawa Timur, Jumat (20/4).

Tambahan tiga poin hasil kemenangan atas Alko membuat Bontang mengemas 18 poin sehingga menyusul Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Electric PLN, dan Jakarta TNI AU. Praktis Bontang menjadi satu-satunya tim luar Jakarta di empat besar.

Asisten Pelatih Bontang LNG Badak Eko Waluyo menuturkan, pertandingan kali ini paling menegangkan karena babak penentuan. Bila kalah, bisa jadi timnya gagal ke empat besar. Jika menang 3-2, juga perlu hitung-hutungan poin karena tergantung hasil laga tim BNI 46 yang masih harus bertanding melawan Indramayu Alko.

”Lawan di perempat final Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Electric PLN, dan Jakarta TNI AU tidak bisa dianggap remeh. Mereka sudah lama ikut Proliga. Kami, LNG Badak, baru dua kali. Tahun lalu terseok-seok. Tahun ini meskipun agak terseok-seok, akhirnya ke empat besar,” kata Eko.

Menurut dia, yang harus dibenahi dari laga melawan Alko adalah penerimaan bola pertama (receive) dan pertahanan (defence). ”Permainan sedikit kacau, kecuali Agustin Wulandari. Bahkan, Amasya A Manganang terlihat grogi bertemu adiknya, Aprilia (pemain Alko). Sejak semalam ia (Amasya) sakit perut karena tegang,” ujarnya.

Kapten LNG Badak, Yunita Sari, menuturkan, pada set ketiga mereka banyak kehilangan poin karena pemain buru-buru menyudahi pertandingan. Hasilnya malah dimenangi Indramayu Alko. ”Kami lega akhirnya menang dan lolos ke perempat final,” kata Yunita.

Pelatih Indramayu Alko Agustinus menuturkan, timnya sudah berupaya maksimal dan mengimbangi LNG Badak. ”Namun, para pemain keder juga karena mereka mempunyai dua pemain asing yang tinggi-tinggi (Huang Hui Ping dan Jessica Soares). Serangan dan blok mereka juga bagus,” ujarnya.

Kapten Alko, Yolla Yuliana, mengatakan, timnya punya semangat, tetapi keberuntungan belum berpihak. ”Kami selalu memimpin poin pada awal-awal. Namun, karena terlena sama poin, malah hancur,” kata Yolla.

Putra Pertamina menang

Di kelompok putra, tim Jakarta Pertamina mengalahkan Jakarta Sananta dengan skor 3-1 (25-17, 25-21, 23-25,25-17). Dengan kemenangan ini, tim Pertamina memastikan lolos ke empat besar dengan mengumpulkan nilai 23 dan menyisakan satu partai lagi melawan Jakarta Electric PLN, Sabtu (21/4).

Manajer Jakarta Pertamina Nono Kasmanu mengatakan, timnya akan tetap tampil maksimal saat menghadapi Jakarta Electric PLN. ”Kami minta pemain santai. Kalah menang sudah biasa,” ujarnya.

Pelatih Jakarta Sananta Syaifullah menuturkan, timnya bermain bagus, tetapi dirusak smes loncat tim Pertamina yang membuahkan tiga hingga lima poin. ”Itu membuat tim drop. Otomatis hanya bertahan dan tidak ada variasi,” ujarnya.

Sebenarnya tim Jakarta Sananta menargetkan masuk empat besar, tetapi kali ini gagal. Meskipun begitu, Syaifullah meminta hari Sabtu ini timnya tetap bermain bagus dan menang melawan Semarang Bank Jateng walau tidak berpengaruh untuk lolos ke empat besar.

(ACI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau