ICW Temukan Bukti Kebocoran Soal UN SMP

Kompas.com - 26/04/2012, 12:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Corruption Watch menemukan bukti kecurangan dan kebocoran soal dan kunci jawaban pada pelaksanaan ujian nasional untuk jenjang SMP. Hasil investigasi ICW menemukan bocoran soal dan kunci jawaban telah diberikan kepada siswa satu hari sebelum ujian.

Bocoran diperoleh siswa dari guru dan guru memperoleh bocoran dari pegawai tata usaha. Dari penelusuran posko, pegawai tata usaha itu mendapat bocoran soal dari sekolah induk tempat penyebaran soal UN ke sekolah-sekolah.

Informasi awal mengenai kebocoran ini diperoleh dari posko pengaduan yang dibentuk masyarakat sipil di 16 kabupaten/kota pada tanggal 24 April 2012.

Hal itu diungkapkan peneliti senior ICW, Febri Hendri, Kamis (26/4/2012), di Jakarta. "Kepala sekolah ditengarai juga mengetahui bocoran ini, bahkan mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapat bocoran," ujarnya.

Berdasarkan hasil verifikasi bocoran dan jawaban soal UN Matematika yang berkode soal A69, B71, C86, D45, dan E57, diketahui ada kecocokan lebih dari 60 persen antara bocoran dan jawaban 40 soal UN yang sebenarnya.

"Memang ada jawaban salah dalam bocoran itu. Tapi, jawaban salah ini tidak terlalu banyak dan bisa dipahami karena pembocor soal tidak ingin nilai siswa yang dapat bocoran terlalu mencolok," kata Febri.

Adanya bocoran ini, lanjutnya, membuktikan bahwa sistem UN 2012, terutama untuk jenjang SMP, tidak dapat diandalkan. Sistem ini mudah dibobol pihak-pihak tertentu. Febri menegaskan, pihaknya menyesalkan kasus kebocoran ini karena secara tidak langsung mengajarkan ketidakjujuran dan kecurangan kepada siswa. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau