JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN), Hidayat Nurwahid dan Didi Junaedi Rachbini melakukan safari politik ke kantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2012).
Usai melakukan diskusi tertutup selama kurang lebih satu jam, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj mengungkapkan kedatangan pasangan tersebut ke kantornya bukanlah bentuk permintaan dukungan secara organisasi, namun lebih kepada menjalin silaturahmi antara kedua pihak.
"Pak Hidayat itu sahabat saya waktu di Mekkah, saya di Madinah. Kami sama-sama dari Saudi Arabia. NU hanya bisa mendoakan, bukan mendukung. Karena NU tidak boleh memberikan dukungan. Yang diridhai Allah yang memang betul-betul demi masyarakat Jakarta," ujarnya kepada para wartawan.
Said juga mengungkapkan, dalam perbincangan santainya, dia menitipkan pesan khusus bagi pasangan tersebut agar mampu mengatasi kompleksnya permasalahan di Jakarta, seperti banjir, kemacetan, kriminalitas dan sebagainya. Secara khusus, Said Aqil turut menyampaikan pesan kepada pasangan yang memiliki tagline "Ayo Beresin Jakarta" tersebut agar mampu menjadi pemimpin bagi seluruh warga Jakarta tanpa memandang agama, suku dan golongan, mengingat kondisi Ibu Kota yang memiliki karakter plural.
"Nanti kalau dia menang gereja akan dibongkar itu isu gombal. Yang jelas semua ada aturannya. Bagun masjid dan gereja ada aturannya. Coba itu dikendalikan dan ditertibkan yang ngomong seenaknya," kata Said Aqil Siraj.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang