Pilkada dki

Ketum PBNU Doakan Hidayat-Didik

Kompas.com - 26/04/2012, 17:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN), Hidayat Nurwahid dan Didi Junaedi Rachbini melakukan safari politik ke kantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Kamis (26/4/2012).

Usai melakukan diskusi tertutup selama kurang lebih satu jam, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj mengungkapkan kedatangan pasangan tersebut ke kantornya bukanlah bentuk permintaan dukungan secara organisasi, namun lebih kepada menjalin silaturahmi antara kedua pihak.

"Pak Hidayat itu sahabat saya waktu di Mekkah, saya di Madinah. Kami sama-sama dari Saudi Arabia. NU hanya bisa mendoakan, bukan mendukung. Karena NU tidak boleh memberikan dukungan. Yang diridhai Allah yang memang betul-betul demi masyarakat Jakarta," ujarnya kepada para wartawan.

Said juga mengungkapkan, dalam perbincangan santainya, dia menitipkan pesan khusus bagi pasangan tersebut agar mampu mengatasi kompleksnya permasalahan di Jakarta, seperti banjir, kemacetan, kriminalitas dan sebagainya. Secara khusus, Said Aqil turut menyampaikan pesan kepada pasangan yang memiliki tagline "Ayo Beresin Jakarta" tersebut agar mampu menjadi pemimpin bagi seluruh warga Jakarta tanpa memandang agama, suku dan golongan, mengingat kondisi Ibu Kota yang memiliki karakter plural.

"Nanti kalau dia menang gereja akan dibongkar itu isu gombal. Yang jelas semua ada aturannya. Bagun masjid dan gereja ada aturannya. Coba itu dikendalikan dan ditertibkan yang ngomong seenaknya," kata Said Aqil Siraj.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau