Pariwisata

Wisatawan Nusantara Banyak yang Lari ke Luar Negeri

Kompas.com - 29/04/2012, 22:07 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencermati wisatawan nusantara yang semakin banyak berlibur ke luar negeri.

Salah satu pendorongnya adalah murahnya harga tiket menuju destinasi luar negeri, dibandingkan harga tiket anta rdestinasi di dalam negeri, terutama ke Indonesia wilayah timur.

Hal ini diungkapkan Kepala Subdirektorat Promosi Dalam Negeri Kemparek Rita Sofia di sela-sela Welcome Dinner Bengawan Solo Travel Mart (BTM) di Taman Balekambang, Solo, Sabtu (28/4/2012) malam.

 

Meski mengaku lupa angka persisnya jumlah wisatawan nusantara yang berlibur ke luar negeri, menurut Rita, jumlahnya cukup banyak. Namun begitu, angka itu masih di bawah pergerakan wisatawan domestik di dalam negeri.

"Pergerakan wisatawan di dalam negeri cukup baik, meningkat dari tahun ke tahun. Namun memang cukup banyak juga yang ke luar negeri, baik murni berlibur atau sambil dagang atau berobat," kata Rita.

 

Jumlah pergerakan wisatawan domestik di dalam negeri pada tahun 2010 sebesar 232 juta orang, tahun 2011 naik menjadi 239 juta orang dengan nilai Rp 150 miliar.

Untuk tahun 2012, ditargetkan pergerakan meningkat menjadi 245 juta orang. Kendala untuk mendor ong pergerakan, antara lain mahalnya harga tiket.

"Misalnya tiket ke Singapura atau Malaysia cukup hanya Rp 500.000, sedangkan kalau mau ke Raja Ampat butuh Rp 6 juta pergi pulang," kata Rita.

 

Untuk mendongkrak pergerakan wisatawan dalam negeri, pihaknya menggelar Tourism Indonesia Mart Expo (TIME). Tahun ini Lampung menjadi tuan rumah TIME yang kedatangan 77 perusahaan agen pariwisata dari 23 negara. Tahun depan, Solo terpilih sebagai tuan rumah TIME.

"Selain itu kami juga mendorong daerah mengembangkan wisata minat khusus, seperti wisata kuliner, wisata olahraga, wisata kesehatan, dan wisata belanja," kata Rita.

 

Ajang BTM 2012 melibatkan 60 penjual dan 60 pembeli, di antaranya dari Malaysia dan China.

Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Suharto, mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan citra Solo sebagai kota wisata dengan menambah daya tarik wisata, seperti atraksi wisata yang ditunjang obyek wisata yang representatif hasil revitalisasi.

Meski Solo pernah ditetapkan sebagai The Best Destination dan kota dengan perkembangan meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE) terbaik di Indonesia yang diberikan bebe rapa lembaga, pihaknya terus meningkatkan citra Solo sebagai kota pariwisata. Saat ini, 75-80 persen wisatawan yang datang ke Solo untuk kepentingan MICE.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau