Pengaturan lalu lintas

Lawan Arus di Tol Semanggi-Cawang

Kompas.com - 30/04/2012, 04:29 WIB

jakarta, Kompas - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan PT Jasa Marga berencana melakukan rekayasa lalu lintas tol dalam kota ruas Semanggi-Cawang, mulai Selasa (1/5) besok.

Satu dari tiga jalur di tol arah Semanggi menuju Cawang akan dipakai untuk arus kendaraan yang datang berlawanan, yaitu dari Cawang menuju Semanggi. Sistem lawan arus (contraflow) ini akan diberlakukan pada setiap hari kerja mulai pukul 06.00 hingga pukul 10.00.

Kepastian adanya pengambilan satu jalur untuk lawan arus tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Dwi Sigit Nurmantyas dan Direktur Operasi PT Jasa Marga Hasanudin, Minggu (29/4).

”Rekayasa lalu lintas ini agar kendaraan yang dari Cikampek- Jagorawi dan Tanjung Priok tidak tersendat. Contraflow-nya mulai dari depan Bukopin sampai dengan Gedung DPR,” kata Dwi Sigit.

Hasanudin memaparkan, kebijakan rekayasa lalu lintas ini diambil mengingat ruas tol dalam kota mulai dari Cawang sampai Kuningan mengalami kepadatan luar biasa.

Pada jam sibuk volume/kapasitas rasionya 1,4. Artinya, laju kendaraan sangat lamban. Adapun volume/kapasitas rasio arah sebaliknya, 0,67, atau arus bergerak lancar.

Kepadatan arus lalu lintas di ruas Cawang-Semanggi itu menyebabkan ekor antrean kendaraan mencapai gerbang Tol Cililitan bahkan kadang mencapai Tol Jagorawi.

Salah satu penyebabnya karena volume lalu lintas keluar Kuningan atau Tegal Parang sangat besar, sedangkan jalan di arteri terdapat penyempitan.

”Untuk mengurangi beban lalu lintas di ruas Cawang-Kuningan, kami akan memberlakukan contraflow atau lawan arus lalu lintas mulai dari Cawang sampai dengan menjelang Semanggi, pada pukul 06.00 sampai pukul 10.00 setiap hari kerja mulai 1 Mei ini,” jelasnya.

Sistem lawan arus ini dilakukan dengan mengambil satu jalur Semanggi-Cawang (Jalur B) untuk digunakan arus lalu lintas kendaraan yang menuju Semanggi (jalur A).

Saat sistem ini diberlakukan kendaraan dari arah Cawang- Semanggi diarahkan masuk ke jalur lawan arus melalui bukaan di KM 3+050.

Kemudian pengguna jalan memiliki dua opsi untuk masuk ke jalur normal (Jalur A) lagi melalui bukaan di KM 7+150 atau KM 8+600.

Hasanudin menambahkan, peberlakuan sistem ini tidak selamanya, tetapi sampai pembangunan Jalan Tol JORR W2 Utara selesai seluruhnya. Setelah ruas tol JORR itu selesai, diharapkan volume lalu lintas tol dalam kota akan terbagi sebagian ke JORR. (RTS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau