"Contraflow" Bisa Kurangi Kemacetan 20 Persen

Kompas.com - 30/04/2012, 17:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai besok, Selasa (1/5/2012) pagi, akan melakukan uji coba kontra arus di ruas tol dalam kota Km 3+050 hingga Km 8+600.

Uji coba ini diharapkan bisa menekan angka kemacetan di tol pada pagi hari saat arus kendaraan menumpuk. Hal ini diungkapkan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas, Senin (30/4/2012), di Mapolda Metro Jaya.

"Diharapkan kemacetan di dalam tol berkurang 20 persen dari data per bulan September 2011," ucapnya.

Ia menjelaskan, setiap harinya di tol dalam kota Cawang-Tomang-Pluit ada sekitar 314.368 kendaraan yang melintas. Jumlah itu dinilai tidak bisa lagi ditampung ruas jalan tol yang ada ke arah Pluit.

Oleh karena itu, setelah melalui kajian Ditlantas Polda Metro Jaya dan Jasa Marga, sistem kontra arus (contraflow) akhirnya dipilih untuk mengurangi kecepatan.

"Pada prinsipnya kontra arus untuk menambah kapasitas dan hanya dapat dilakukan pada ruang jalan tol tertentu, serta pada waktu tertentu," papar Sigit.

Sistem itu dilakukan lantaran opsi menekan kemacetan lain seperti pelebaran jalan tol sudah tidak mungkin lagi dilakukan.

"Lahan terbatas, proses pembuatan jalan mengganggu lalu lintas, membutuhkan waktu yang sangat lama, dan membutuhkan biaya yang sangat besar," tutur Sigit.

Adapun uji coba sistem kontra arus di ruas tol dalam kota akan diberlakukan mulai 1 Mei 2012 hingga 14 hari ke depan.

Jika dinilai sukses, sistem ini akan ditetapkan untuk seterusnya. Rencananya, sistem kontra arus hanya akan dilakukan pada hari kerja, yakni Senin sampai Jumat pukul 06.00-10.00 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau