Kecelakaan laut

Kapal Feri Tenggelam di India, Lebih Dari 100 Orang Tewas

Kompas.com - 01/05/2012, 09:27 WIB

GUWAHATI, KOMPAS.com — Sebuah kapal feri yang kelebihan muatan tenggelam setelah sebelumnya terbelah dua akibat dihajar cuaca buruk saat melintasi Sungai Brahmaputra di India bagian timur laut, Senin (30/4/2012). Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan 105 jenazah korban tewas dan masih mencari sekitar 100 orang lainnya yang hilang.

"Badai menghantam kapal itu hingga pecah jadi dua," tutur Kepala Kepolisian Negara Bagian Assam JN Choudhury. Kapal feri itu membawa 350 penumpang, termasuk anak-anak, dan dalam perjalanan dari kota Dhubri, yang terletak sekitar 300 kilometer dari Guwahati, menuju kota Fakirganj.

Kapal berlayar di tengah hujan badai yang sangat deras. Menurut keterangan para saksi, kapal dua tingkat itu tidak dilengkapi dengan pelampung penyelamat bagi para penumpang dan dalam keadaan kelebihan muatan.

"Para penyelamat dari desa-desa di tepi sungai sudah menemukan 105 jenazah yang terdampar di pinggir sungai. Nasib sekitar 100 orang lainnya belum diketahui," tutur PC Haloi, Kepala Kepolisian Distrik Dhubri.

Perdana Menteri India Manmohan Singh menyebut kecelakaan ini sebagai tragedi dan menjanjikan akan mengirim tim penyelamat dari New Delhi dan daerah-daerah lain untuk membantu pencarian korban.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau