Hari buruh

Sistem Borongan Juga Mengemuka di Hari Buruh

Kompas.com - 01/05/2012, 14:04 WIB

JAMBI, KOMPAS.com — Lebih dari 20.000 buruh di Provinsi Jambi tak mendapat perlindungan, baik berupa upah yang sesuai maupun jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. Kondisi itu terjadi karena penerapan sistem kerja kontrak borongan oleh perusahaan.

Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Roidha Pane mengemukakan, banyak buruh terancam tak akan bisa mencapai kesejahteraan karena praktik kontrak kerja borongan.

"Selama ini mereka bekerja hanya berdasarkan borongan. Mereka dibayar dengan upah kecil atas target-target yang besar serta tanpa perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja," kata Roidha, Selasa (1/5/2012).

Ia melanjutkan, jerat kontrak borongan umumnya dialami buruh kasar di perkebunan sawit dan tambang batubara. Mereka, misalnya, bekerja sebagai buruh pemupukan, buruh pemanenan, atau buruh pembersihan lahan.

Roidha mencontohkan, buruh di Kabupaten Tanjung Jabung Timur umumnya bekerja atas target pemupukan tujuh karung per hari dengan upah Rp 50.000. Jumlah hari kerja hanya 15-20 hari karena kondisi hujan sehingga kerap tak memungkinkan buruh mencapai target ataupun kesempatan memperoleh upah yang lebih tinggi.

Selain itu, melalui sistem borongan, pengusaha terbebas dari kewajiban memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. "Ini merupakan bentuk minimnya perlindungan terhadap buruh," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau