MADIUN, KOMPAS.com -- Wali Kota Madiun Bambang Irianto mengakui bahwa standar upah minimum di wilayahnya masih sangat rendah. Upah itu dianilai belum mampu mensejahterakan buruh dan keluarganya karena hanya cukup untuk menghidupi satu orang.
Meski demikian, kata Bambang, kehidupan buruh di Kota Madiun lebih sejahtera dibanding di kota-kota besar yang nilai upahnya jauh lebih besar. "Itu karena biaya hidup di sini tidak besar. Apalagi pemerintah telah menggratiskan biaya sekolah dan biaya berobat," kata Bambang, Selasa (1/5/2012) di Madiun, Jawa Timur.
Pemkot Madiun membebaskan semua biaya sekolah bagi warganya yang menempuh jenjang pendidikan dasar hingga menengah pertama. Pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran untuk program pengobatan gratis dengan syarat menunjukkan Kartu Tanda Penduduk Kota Madiun.
Upah Minimum Kota Madiun tahun 2012 sebesar Rp 812.500 per bulan. Nilai itu jauh lebih rendah dibandingkan upah minimum Kota Surabaya yang mencapai Rp 1,257 juta per bulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang