Newcastle Bisa Jegal City

Kompas.com - 02/05/2012, 12:20 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Stadion Etihad riuh oleh teriakan dan tepuk tangan suporter Manchester City begitu wasit Andre Marriner meniup peluit panjang, Selasa (1/5). City kembali ke puncak Liga Primer setelah menang 1-0 atas Manchester United. Namun, persaingan meraih gelar juara belum selesai.

Manchester City dan Manchester United (MU) kini sama-sama mengantongi 83 poin. City berhak berada di puncak klasemen karena unggul selisih delapan gol dibandingkan MU. Dengan dua sisa pertandingan, persaingan dua rival bebuyutan ini semakin ketat.

City memiliki jadwal yang lebih berat karena harus bertandang ke markas Newcastle United sebelum mengakhiri liga dengan menjamu Queens Park Rangers. Sedangkan lawan MU lebih ringan, Swansea dan Sunderland. Jika City dan MU menang dalam dua laga terakhir, City akan meraih trofi juara, bermodal keunggulan selisih gol.

Namun, City bisa terjegal oleh Newcastle yang tangguh di kandang. Apalagi, ”The Magpies” dalam motivasi tinggi mengejar jatah Liga Champions musim depan. Mereka membutuhkan tiga poin setelah pekan lalu kalah 0-4 di kandang Wigan Athletic.

”United masih favorit. Swansea dan Sunderland tidak memiliki sesuatu untuk diperjuangkan. Saya sangat senang kami di puncak (klasemen), tetapi itu tidak mengubah apa pun,” kata Pelatih City Roberto Mancini.

City mengungguli MU berkat gol sundulan Vincent Kompany menjelang turun minum. Kapten City itu meloncat sangat tinggi, mengungguli bek MU Chris Smalling untuk menyambut tendangan sudut David Silva.

Gol itu disambut teriakan dan tepuk tangan ribuan suporter City. Gemuruh itu mengiringi mimpi buruk Pelatih MU Sir Alex Ferguson yang gagal membawa pulang poin.

MU yang menjalani derbi dengan keunggulan tiga poin mencoba bertahan. Ferguson memasang lima gelandang di depan empat pemain bertahan. Wayne Rooney sendirian di depan.

Ferguson memilih pemain-pemain tua seperti Paul Scholes, Ryan Giggs, dan Park Ji-sung sebagai gelandang. Tiga pemain veteran itu tidak mampu mengimbangi dominasi City yang digalang Yaya Toure dan Gareth Barry yang tampil fantastis.

City menumpukan serangan melalui bek sayap Pablo Zabaleta dan Samir Nasri. Kedua pemain ini mengeksploitasi wilayah bek kiri Patrice Evra untuk menembus pertahanan MU.

Di babak pertama, Nasri dan Zabaleta menyelesaikan 18 dan 13 umpan. Tendangan sudut Silva yang melahirkan gol Kompany berawal dari kombinasi serangan Nasri dan Zabaleta.

Dari statistik pertandingan yang dicatat The Guardian, City menciptakan tiga tendangan ke arah gawang dari 15 percobaan. Sedangkan MU hanya menghasilkan lima tendangan dan tidak ada yang mengarah ke gawang.

”Ini hasil yang merusak. Mereka kini di kursi kemudi. Mereka hanya butuh dua kali kemenangan lagi, dan mereka juara liga. Sesederhana itu,” ujar Ferguson. ”Ini belum berakhir, tentu ini belum berakhir. Tetapi situasinya mereka unggul delapan gol dan itu keuntungan besar,” ujarnya.

(Reuters/AFP/AP/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau