JAMBI, KOMPAS.com - Pemerintah dinilai tak memahami kebutuhan pendidikan Orang Rimba. Banyak Orang Rimba dalam kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Jambi membutuhkan pendidikan, namun sejauh ini masih sekitar 700 anak belum mengenyam pendidikan.
Asisten Koordinator Proyek Bukit Duabelas Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Ade Chandra, Jumat (4/5/2012), mengatakan, pemerintah kurang memahami budaya Orang Rimba yang masih semi nomaden, sehingga membutuhkan model pendidikan khusus yang tidak seperti pendidikan formal lainya.
"Pendidikan keliling adalah model pendidikan yang paling cocok bagi anak rimba, namun model ini sulit dipenuhi pemerintah daerah," tuturnya.
Menurut dia, pemerintah belum dapat menyediakan layanan pendidikan keliling, selain karena sulitnya memperoleh guru yang mau menetap dalam kawasan TNBD seluas 60.500 hektar tersebut.
Dalam rentang 15 tahun sejak pendidikan keliling digagas Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi berjalan, dari total 1.100 anak dalam TNBD, baru sekitar 350 anak yang mengenyam pendidikan baca dan tulis. Satu di antaranya berhasil lulus sekolah menengah pertama (SMP), dan saat ini melanjutkan pendidikan menengah atas (SMA).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang