MADRID, KOMPAS.com — Kemenangan 3-0 atas Athletic Bilbao, meski masih menyisakan dua laga tersisa, memastikan Real Madrid akan memenangi trofi liga primer pertamanya dalam empat musim terakhir. Pada saat yang sama, pelatih fenomenalnya, Jose Mourinho, menambah panjang daftar negara tempat di mana dia berhasil meraih gelar liga terelite di Eropa.
Sebelumnya, Mou telah berhasil membawa Porto menjadi juara Primeira Liga di Portugal, meraih gelar Premier League bersama Chelsea, dan meraih scudetto bersama Inter Milan. Keberhasilannya meraih gelar La Liga di Spanyol bersama tim berjuluk "Los Blancos" itu membuatnya puas.
"Sekarang saya memenangi gelar penting bagi saya, salah satunya di negara saya dan tiga di negara besar di Eropa," ungkapnya pada televisi Portugal, SIC, seperti dilansir Skysports.
"Saya tidak memiliki ambisi lain untuk memenangi (gelar) di negara lain. Tak ada negara lain yang menarik bagi saya," tuturnya kemudian.
Sejak bergabung dengan Madrid pada musim 2010-11, Mou baru meraih trofi Copa del Rey musim 2010-11. Meski rumor kepindahannya dari Santiago Bernabeu merebak pascakekalahan dari Bayern Muenchen di semifinal Liga Champions Eropa 2011-12, pelatih berusia 49 tahun itu telah menegaskan bahwa dirinya masih akan bersama Madrid jika masih ada empati dan kesepakatan dengan pejabat klub bisa tercapai.
Pemimpin sejati
Meski kerap menjadi bulan-bulanan publik karena komentarnya yang ceplas-ceplos dan cenderung sarkastis, tak sedikit pula yang memuji pelatih asal Portugal itu karena sifat kepemimpinan sejatinya.
Salah satunya, hal itu ditunjukkan ketika tiga pemainnya, termasuk Cristiano Ronaldo, gagal mencetak gol dalam drama adu penalti melawan Muenchen. Dia tidak menyalahkan para pemainnya, tapi justru memuji mereka.
”Mereka yang gagal dengan tendangannya adalah mereka yang memiliki bola untuk ditendang. Mereka tidak kenal takut, tidak mementingkan diri sendiri, mereka maju dan berusaha. Saya bangga dengan pemain-pemain saya. Mereka adalah orang-orang super, tetapi Superman adalah sebuah film,” ungkapnya.
Mourinho menyadari bahwa kekalahan itu memang menyakitkan, tetapi dia ingin pemain yang sudah bekerja keras selama dua jam bisa pulang dengan kepala tegak.
Bungkam kritik
Mourinho sangat gembira karena timnya, selangkah lagi, memenangi gelar liga domestik yang penting. Bagi dirinya, itu ajang pembuktian diri terhadap sejumlah kritik keras terhadap gaya permainan "Los Blancos".
Banyak kritikus melancarkan penilaian-penilaian terhadap Iker Casillas dan kawan-kawan dengan membandingkan Madrid dengan rival sengitnya, Barcelona. Dengan menyebut Madrid "anti-football" dengan gaya permainan defensif, mereka menilai Madrid kalah jauh dari kualitas pasukan Pep Guardiola yang memainkan sepak bola indah dengan menyerang.
Namun, bukan namanya Mou kalau tak punya jawaban untuk merespons kritik keras apa pun. Dia malah menyindir para kritikus sekelas mantan Pelatih Madrid, Bernd Schuster, mantan Pelatih Timnas Perancis, Raymond Domenech, bahkan pemain legendaris Belanda dan Barcelona, Johan Cruyff.
"Tim saya memainkan sejumlah (gaya) sepak bola terbaik dalam sejarah. Akan tetapi, ada beberapa tokoh yang percaya bahwa hanya ada satu gaya sepak bola di dunia. Karena orang-orang ini hanya mengetahui sepak bola melalui Google. Mereka menerima banyak informasi, tetapi tak tahu apa-apa," ungkapnya.
Kini, Mou sudah puas. Sekali lagi dia mengaku tak tertarik lagi untuk berburu gelar liga primer di negara lain.
Lalu, Mou inginkan apa lagi?
Data singkat Mourinho
Nama lengkap: José Mário dos Santos Mourinho Félix
Tempat/Tanggal lahir: Setúbal (Portugal), 26 Januari 1963
Tinggi: 1,74 m
Posisi saat bermain: Gelandang tengah
Istri: Matilde "Tami" Faria
Anak: Matilde dan José Mário, Jr
Karier Bermain
1980–82: Rio Ave
1982–83: Belenenses
1983–85: Sesimbra
1985–87: Comércio e Indústria
Karier Pelatih
2000: Benfica
2001–02: União de Leiria
2002–04: Porto
2004–07: Chelsea
2008–10: Internazionale
2010–sekarang: Real Madrid