PARIS, KOMPAS.com — Presiden Perancis Nicolas Sarkozy diperkirakan akan terjungkal dari pemerintahan lewat pemilu yang berlangsung hari ini, Minggu (6/5/2012). Jika perkiraan ini meleset, berarti Sarkozy bernasib baik.
Seperti diberitakan, hampir semua pemimpin Eropa jatuh dalam setiap pemilu sejak krisis ekonomi zona euro tahun 2009. Perdana Menteri (PM) Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero terjungkal lewat pemilu pada November 2011. Dia digantikan oleh Mariano Rajoy. Krisis ekonomi akibat kejatuhan sektor properti dan salah kelola perekonomian membuat Zapatero jatuh.
Silvio Berlusconi dari Italia juga dipaksa mundur pada November 2011. Skandal korupsi dan seks membuatnya tidak populer. Namun, masalah ekonomi dengan lilitan utang yang membebani negara adalah faktor utama yang kejatuhannya.
Demikian halnya PM Inggris Gordon Brown, dia juga mengalami kekalahan pada pemilu Mei 2011. Alasan ekonomi dengan jumlah warga penganggur yang makin banyak adalah faktor utama di balik kejatuhannya.
Keadaan lebih parah menimpa PM Irlandia Brian Cowen yang menjabat pada 2008. Dia mundur sebelum pemilu pada Februari 2011 juga karena alasan ekonomi. Dia adalah seorang menteri keuangan saat krisis ekonomi melanda Irlandia.
PM Yunani George Papandreou yang menjabat sejak Oktober 2009 pun mundur untuk digantikan oleh Lucas Papademos. Negara ini menjadi bulan-bulanan tidak saja bagi warganya, tetapi juga oleh sesama rekan di Uni Eropa karena tumpukan utang besar Yunani telah melahirkan efek domino krisis di zona euro.
Adapun PM Portugal Jose Socrates jatuh dalam pemilu Juni 2011. Portugal adalah salah satu negara yang terpaksa minta tolong secara keuangan kepada Uni Eropa, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Sentral Eropa.
Hal serupa menimpa pemimpin Denmark, Finlandia, Swedia, dan Latvia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang