Valerie trierweiler

Ibu Negara Perancis Tetap Mau Jadi Pegawai

Kompas.com - 07/05/2012, 14:20 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Dengan terpilihnya Francois Hollande sebagai presiden Perancis, rakyat Perancis bakal memiliki ibu negara baru. Perempuan di balik sukses Hollande itu merupakan seorang wartawan senior bernama Valerie Trierweiler.

Jika Hollande menggambarkan dirinysa sebagai "Mr Normal", pasangan hidupnya Valerie Trierweiler (47) bisa merevolusi peran tak resmi ibu negara Perancis.

Jika jurnalis itu tidak mundur dari majalah Paris Match dan terus bekerja, dia akan menjadi pasangan hidup pertama presiden Perancis yang memiliki pekerjaan dan gaji tetap.

Selain itu dia juga harus pintar-pintar menempatkan diri dan memilih peran, antara menjadi ibu negara dengan jurnalis.

Selama 20 tahun, dia menjadi wartawan politik untuk Paris Match dan menjadi host untuk sebuah program politik di sebuah televisi kabel.

Sejak awal masa kampanye, dia menegaskan tidak akan ada konflik kepentingan antara dua peran penting itu. Dan dia pernah marah besar ketika majalah tempatnya bekerja memasang fotonya bersama Hollande pada sampul dengan judul "Aset Hollande yang memikat".

Pendahulunya, Carla Bruni tidak lagi aktif menjalani profesi yang dijalaninya begitu dia menikah dengan Presiden Nicolas Sarkozy. Padahal saat itu dia sudah menjadi penyanyi kondang setelah mundur dari dunia model yang menjulangkan namanya.

Trierweiler, seorang ibu tiga putra berusia remaja dari dua kali pernikahannya, pernah mengatakan saat kampanye, bahwa dia harus bekerja untuk menghidupi anak-anaknya. Dia juga menegaskan tidak ingin dibiayai negara.

Seperti Hollande, Trierweiler bukan orang yang suka berbusana mewah dan gemerlap. Dalam suatu kesempatan, dia mengaku membeli baju di pasar dan mencari sendiri kaus kaki yang berserakan di bawah ranjang anak-anaknya.

Dalam soal kecantikan, ibu negara Perancis yang baru ini tidak kalah dengan pendahulunya. Bedanya, Trierweiler memiliki kecantikan yang anggun. Majalah Vogue Perancis membandingkannya dengan aktris Lauren Bacall.

Selama masa kampanye, Trierweiler menceritakan kebiasaan-kebiasaan partnernya itu. Hollande juga suka berbelanja dan memasak sendiri. Namun Hollande juga memiliki kebiasaan yang menjengkelkan, yakni lupa menutup lemari dapur dan tidak pernah menutup pintu saat masuk kamar.

Namun, ucap Trierweiler dalam wawancara dengan majalan Femme Actuelle beberapa hari menjelang hari pemungutan suara, kebiasaan itu juga menunjukkan poin lebih Hollande. "Dia tidak pernah menutup pintu pada siapapun, karena dia tidak pernah menyembunyikan apapun," katanya.

Trierweiler juga dikenal sebagai sosok yang mengubah penampilan Hollande. Dulu Hollande dikenal sebagai sosok bertubuh gemuk yang berpenampilan serampangan. Bajunya sangat biasa dan tidak rapi.

Atas dorongan kekasihnya itu, penampilan Hollande berubah total. Berat badannya turun 10 kilogram. Busananya pun rapi dan lebih modis. Dia kini mengenakan kacamata berbingkai tipis yang terlihat lebih modern.

Pasangan Hollande-Trierweiler diketahui menjalin hubungan sejak tahun 2007. Meskipun demikian mereka tidak pernah menikah. Ini mungkin bisa menimbulkan masalah protokoler dalam kunjungan-kunjungan kenegaraan ke mancanegara.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau