Akbar Tanjung Terima Ical Jadi Capres

Kompas.com - 09/05/2012, 18:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung akhirnya menerima keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang akan menetapkan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie alias Ical sebagai calon presiden di Pemilu 2014.

Penetapan itu akan dilakukan dalam rapat pimpinan nasional atau rapimnas Juni 2012 seusai hasil rapimnas sebelumnya.

"Kami menghormati putusan rapimnas untuk menetapkan Pak Ical sebagai capres. Kami sudah melakukan tugas memberi pertimbangan," kata Akbar ketika dihubungi, Rabu (9/5/2012).

Akbar, Ical, dan pengurus DPP dan Dewan Pertimbangan Golkar lainnya melakukan pertemuan kemarin. Pertemuan hingga tengah malam itu membahas berbagai hal mengenai penetapan Ical sebagai capres.

Sebelumnya, Akbar mengkritisi sikap DPP yang mempercepat rapimnas dari Oktober menjadi Juni. Akbar menilai tidak ada urgensi percepatan itu. Dia juga meminta agar DPP tidak mengabaikan tokoh Golkar lain, Jusuf Kalla, dalam menetapkan capres.

Akbar mengatakan, pihaknya sudah memberikan pertimbangan kepada DPP melalui surat. Dia tak menjelaskan secara rinci apa saja pertimbangan yang disampaikan. Menurut dia, pihaknya hanya ingin memberi pembelajaran politik dalam penetapan capres.

"Dalam menetapkan secara terbuka melalui mekanisme partai. Menurut AD/ART saran itu patut diperhatikan DPP. Tapi kan bukan kami yang memutuskan. Itu kewenangan DPP," kata mantan Ketua Umum Golkar itu.

Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan, pihaknya menerima banyak masukan dari para senior ketika pertemuan kemarin. Tanpa menjelaskan secara rinci, menurut Priyo, ada beberapa point yang disepakati bersama.

Selanjutnya, kata Priyo, pihaknya akan menjawab seluruh masukan dari Dewan Pertimbangan itu melalui surat dalam beberapa hari kedepan.

"Berbagai percikan pikiran-pikiran Dewan Pertimbangan sudah tentu akan direspon positif sejauh yang bisa diakomodir. Nanti DPP yang akan memberikan jawaban resmi terkait itu," kata dia.

Wakil Ketua Umum Golkar Fadel Muhammad mengatakan, pihaknya akan bertemu dengan seluruh sesepuh Golkar pada 9 Juni mendatang untuk membicarakan masalah penetapan Ical sebagai capres.

"Pertemuan nanti dilakukan di rumah BJ Habibie. Pertemuan antara Pak JK (Jusuf Kalla) sudah dua minggu lalu," kata Fadel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau