Saat Ahok Mengajak Bercanda Dalam Kuliah

Kompas.com - 09/05/2012, 20:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada-ada saja cara kandidat wakil gubernur Ahok untuk mencairkan suasana. Ditantang untuk memberikan kuliah umum dalam "Stadium Generale" di Universitas Bakrie (9/5/2012), Ahok menyampaikan berbagai rencana mengenai "Pengelolaan APBD Jakarta" diselingi humor-humor tentang pribadinya dan calon gubernur pasangannya, Jokowi.

Di tengah-tengah keseriusan audiens menyimak paparan mantan bupati Bangka Belitung itu melontarkan karakter pribadinya dan Jokowi sebagai pasangan yang cocok. Ahok menyampaikan bahwa karakternya yang keras cocok mendampingi Jokowi yang memiliki karakter halus.

"Pak Jokowi itu orang Solo, karakternya halus. Sampe premanpun dihalusin sama beliau. Jadinya pada hormat," canda Ahok diiringi tawa hadirin seisi ruangan.

"Kalo saya orang pesisir pulau. Jadi keras. Makannya sering berantem," tambah Ahok.

Tidak berhenti sampai di situ. Ahok yang mengenakan baju kotak-kotak khas pasangan Jokowi-Ahok juga sempat melontarkan candaan kembali di akhir kuliah umumnya. Kali ini Ahok mengeluarkan candaan ketika berdiskusi dengan hadirin.

"Pak Jokowi pernah dikatain 'bodoh'. Terus beliau jawab, 'Ya...saya memang wong bodoh, kalo pinter saya sudah jadi gubernur'," kata Ahok. "Coba kalo saya yang dikatain, saya bales dia, 'apa lu? ngatain?'" candanya.

Dalam acara bertajuk "Mengelola APBD Jakarta Baru", Ahok sebagai kandidat wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 ditantang untuk menjabarkan rencana pengelolaan APBD yang akan dilakukannya ketika terpilih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau