7 summits expedition

Anggota Tertua Tim Bravo Dievakuasi dari Ketinggian 4.250 Meter

Kompas.com - 09/05/2012, 23:47 WIB

GORAK SHEP, KOMPAS.com - Remi Tjahari (66), anggota tim tertua tim Bravo Indonesia 7 Summits Expedition, dievakuasi dengan helikopter dari Desa Periche di ketinggian 4.250 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada Selasa (8/5/2012) waktu setempat, karena kondisi kesehatan.

Remi diperiksa sementara di Lukla (2.850 mdpl), sebelum dibawa ke Rumah Sakit di Kathmandu.

Remi merupakan pendaki senior dari Wanadri yang turut serta dalam tim Bravo, dan rencananya ikut mendaki hingga ke Base Camp Everest (5.364 mdpl). Tim Bravo dijadwalkan tiba di Base Camp Everest pada Kamis (10/5/2012) besok, untuk menemui pendaki inti 7 Summits Expedition yang mendaki melalui jalur selatan, yakni Ardeshir Yaftebbi dan Fajri Al Luthfi.

Ketua Harian Indonesia 7 Summits Expedition, Yoppi Rikson Saragih, mengatakan, Remi dievakuasi ke Lukla karena dikhawatirkan kondisi kesehatannya memburuk.

Wartawan Kompas, Harry Susilo, yang ikut tim, melaporkan Rabu (9/5/2012) malam ini, hasil diagnosis sementara dokter dari Himalayan Rescue Association Nepal yang ada di Periche, Remi memiliki masalah dengan prostat. "Kami akan melihat hasil pemeriksaan Kang Remi di Kathmandu. Yang pasti kami akan monitor," ucap Yoppi, setelah Remi dievakuasi.

Semalam, sebelum dievakuasi, Remi sempat mengeluh susah untuk buang air kecil. Tim memutuskan untuk mengevakuasi Remi ke rumah sakit, agar mendapat penanganan lebih lanjut. Sebelumnyam seluruh anggota tim Bravo telah melakukan cek kesehatan, dan dinyatakan layak untuk ikut serta dalam pendakian ke base camp.

Remi ditemani salah satu guide dari Himalayan Trekking Agent. Setelah melepas Remi yang naik helikopter, tim melanjutkan perjalanan dari Periche ke Lobuche (4.910 mdpl). Tim tidak dapat langsung mengabarkan evakuasi Remi, karena di Lobuche tidak ada sinyal telekomunikasi dan sambungan internet.

Tim Bravo merupakan tim pendukung pendakian tujuh puncak tertinggi dunia yang dilakukan lima pendaki dari Wanadri. Tim Bravo memulai perjalanan menuju Base Camp Everest dari Ka thmandu pada 3 Mei lalu, dengan rute Kathmandu-Lukla-Phakding-Namche-Tengboche-Periche-Lobuche-Gorak Shep-Base Camp Everest.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau