Inilah Bahaya Sering Nyetir Kena Macet

Kompas.com - 11/05/2012, 10:45 WIB

KOMPAS.com - Lamanya jarak tempuh perjalanan dari rumah ke tempat pekerjaan ternyata dapat memengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Riset terbaru menemukan bahwa semakin lama waktu Anda mengemudi antara rumah dan kantor, kecil kemungkinan seseorang untuk dapat berolahraga, sehingga makin memperlebar ukuran pinggang dan memperburuk kesehatan jantung secara keseluruhan.

Temuan ini melibatkan hampir 4.300 pekerja di kota Texas Amerika Serikat yang setiap harinya melakukan perjalanan dari rumah ke kantor dan kemudian dibandingkan dengan faktor risiko kesehatan.

"Studi sebelumnya telah melihat perilaku menetap seperti menonton TV dan total waktu mengemudi," kata pemimpin studi, Christine Hoehner, asisten profesor di divisi ilmu kesehatan masyarakat, Washington University School of Medicine, St Louis.

"Tapi kami ingin melihat secara khusus bagaimana jarak dapat memengaruhi risiko kesehatan, karena itu bagian penting dari rutinitas sehari-hari," tambahnya.

"Yang kami temukan adalah bahwa kemacetan panjang dapat mengambil waktu latihan (olahraga) dan berkaitan dengan risiko hipertensi, kelebihan berat badan dan tingkat kebugaran yang lebih rendah," kata Hoehner, yang akan mempublikasikan temuannya dalam American Journal of Preventive Medicine edisi Juni 2012 .

Menurut para peneliti, jumlah pekerja dalam perjalanan ke kantor dengan menggunakan mobil pribadi melonjak lebih dari dua kali lipat antara tahun 1960 dan 2000, meningkat lebih dari 41 juta menjadi hampir 113 juta. Jarak rata-rata perjalanan untuk bekerja juga telah bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir, dari hampir sembilan mil pada tahun 1983 menjadi lebih dari 12 mil pada tahun 2001.

Studi baru difokuskan pada aktivitas keseharian orang Texas dewasa baik yang tinggal di Dallas/Fort Worth atau daerah Austin. Setiap partisipan yang terlibat dalam studi tidak memiliki sejarah serangan jantung, stroke atau diabetes, dan tidak sedang hamil.

Pada beberapa titik antara tahun 2000 dan 2007, seluruh peserta menjalani tes kesehatan komprehensif, termasuk treadmill yang dirancang untuk mengetahui kondisi jantung dan kebugaran paru-paru. Mereka juga melaporkan tingkat latihan harian selama tiga bulan sebelum studi.

Peneliti menemukan bahwa peserta dengan jarak perjalanan terpanjang cenderung kurang berolahraga. Mereka juga memiliki tingkat kebugaran kardiorespirasi yang rendah, indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi, ukuran pinggang yang lebih luas dan tekanan darah tinggi.

Secara khusus, jarak tempuh lebih dari 10 mil atau lebih telah dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih tinggi, sedangkan yang lebih dari 15 mil terkait dengan risiko obesitas dan kemungkinan lebih rendah untuk melakukan aktivitas fisik.

Kecenderungan ini tidak hilang bahkan setelah para peneliti memperhitungkan waktu yang dihabiskan untuk berolahraga. Temuan ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang memengaruhi dari perjalanan itu sendiri yang dapat merugikan kesehatan jantung.

"Temuan menunjukkan bahwa pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh, cenderung lebih sedikit membakar kalori secara keseluruhan, bahkan jika mereka berolahraga dalam jumlah yang sama seperti pengendara yang rute perjalanannya lebih pendek," kata Hoehner.

"Meskipun kita tidak mengukurnya, stres di perjalanan mungkinan juga turut memengaruhi, terutama jika penumpang dihadapkan dengan kemacetan," jelasnya.

Apa yang harus dilakukan? "Orang tidak dapat dengan mudah mengubah pekerjaan mereka, yang berarti perjalanan menggunakan mobil berbeda dengan aktivitas menetap lain yang mungkin bisa lebih dimodifikasi, seperti menonton TV," kata Hoehner.

"Pesan di sini adalah bahwa orang perlu menemukan cara kreatif untuk membangun aktivitas fisik ke dalam keseharian mereka," katanya.

"Dan itu bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti lebih sering berjalan. Akan lebih efektif lagi apabila kantor mendorong para pekerjanya untuk melakukan latihan di jam istirahat," ujar Hoehner.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau