Pilkada dki

Independen Lolos, Sejarah Baru Demokrasi DKI

Kompas.com - 11/05/2012, 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 ini menawarkan sesuatu yang baru. Selain jumlah calon yang tidak hanya dua pasang, kali ini Jakarta memiliki calon yang berasal dari jalur independen atau perseorangan.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Jamaluddin F Hasyim, mengatakan, dua pasang calon dari jalur independen, yakni Faisal Basri-Biem Benjamin dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria dinyatakan memenuhi syarat.

"Keduanya lolos. Syarat dukungannya juga sesuai dengan batas minimal yang ditentukan," kata Jamaluddin, di Kantor KPU Provinsi DKI, Jumat (11/5/2012).

Berdasarkan verifikasi administrasi dan faktual yang telah dilakukan oleh KPU Provinsi DKI, pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin berhasil lolos ke tahap selanjutnya dengan jumlah dukungan 487.150. Sementara pasangan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria juga lolos dengan jumlah dukungan 419.416.

"Ini suatu yang baru di Jakarta. Karena pada lima tahun lalu tidak ada calon dari independen," ujar Jamaluddin.

Dijumpai pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Sukses Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, Adyaksa Dauld, mengatakan, lolosnya calon independen ini merupakan sejarah baru di Jakarta.

"Kami optimis. Kalau ini berhasil, bisa juga berpengaruh ke nasional. Ini sejarah di Jakarta karena independen berhasil lolos," kata Adyaksa.

Koordinator Hukum dan Advokasi Faisal Basri-Biem Benjamin, Reinhardt Parapat, mengaku senang dengan hasil kali ini. Karena ini merupakan geliat demokrasi baru untuk Jakarta.

"Independen ini suatu yang baru di Jakarta. Di daerah lain sudah berhasil. Dengan hasil ini, memacu kami untuk terus berkontribusi membangun Jakarta," ungkap Reinhardt.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk pasangan calon independen dapat lolos jika sudah memenuhi syarat dukungan sebanyak 407.340 KTP. Pada verifikasi pertama, berkas dukungan pasangan Faisal Basri-Biem Benjamin hanya lolos 206.354 dari 422.938 yang diberikan. Sehingga masih butuh 216.204 dukungan lagi.

Pasangan ini kemudian mengumpulkan lagi sebanyak 381.490 dukungan dan berkurang 10.164 pada saat verifikasi administrasi beberapa waktu lalu. Sehingga tersisa 371.326 dukungan yang harus diverifikasi dulu secara faktual.

Sementara untuk pasangan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, pada verifikasi pertama dukungan yang lolos tercatat 392.501 dari 597.719 dukungan yang dikumpulkan. Sehingga pasangan ini masih harus melengkapi 14.839 dukungan. Selanjutnya, pasangan ini menyerahkan 29.698 dukungan dan berkurang sebanyak 92 suara menjadi 29.606 pada saat verifikasi administrasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau