Semarang

Kaligrafi Pelapah Pisang Catat Rekor MURI

Kompas.com - 12/05/2012, 12:14 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - SMK Negeri 2 Semarang berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas karyanya membuat kaligrafi terbuat dari pelepah pisang dengan panjang 720 meter. Kaligrafi bertuliskan ayat suci Alquran surat Al-Baqarah ayat 1-286 ini dibuat oleh 700 siswa kelas X dan XI.

Masing-masing siswa membuat kaligrafi di atas papan dengan ukuran satu hingga dua meter dan lebar 40 centimeter. Tulisan arab tersebut menggunakan pelepah pisang, sedangkan alas papannya dihias dengan kulit bawang putih, kulit telur, pasir warna serta sejumlah kreasi lainnya yang tersusun rapi.

Kepala SMK 2 Semarang Supriyanto mengatakan, sekolahnya memang merupakan sekolah yang memiliki komitmen dalam pengelolaan limbah. Salah satunya yakni kegiatan SMK hijau yang memanfaatkan barang-barang bekas menjadi barang berharga.

"Sejak beberapa tahun lalu, SMK 2 memang memilih pengelolaan limbah pelepah pisang. Awalnya dulu karena banyaknya pelepah pisang yang berserakan di belakang sekolah," ujarnya, Sabtu (12/5/2012).

Karena dianggap mengganggu pemandangan, pihak sekolah akhirnya mengubah pelepah pisang menjadi aneka kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. "Untuk kali ini dipilih kerajinan kaligrafi. Karya anak-anak ini tidak hanya disimpan saja melainkan juga dijual jika memang ada yang berkenan," katanya.

Persiapan pembuatan kaligrafi ini membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Detail huruf Arab tersebut sangat diperhatikan agar tidak salah dalam menulis, sebab kaligrafi memang kerajinan yang memiliki arti.

Siswa kelas XA Risma Vidya mengatakan pembuatan kaligrafi itu memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Hingga menjadi karya yang bagus juga butuh ketelitian dalam tahap pembuatannya "Membuatnya pas libur siswa kelas XII Ujian Nasional, kalau bahannya tidak sulit, tapi membuatnya memang harus teliti," katanya.

Pada 2010, sekolah ini juga pernah mendapatkan rekor MURI berupa melukis dengan media pelepah pisang terbanyak. Waktu itu peserta mencapai 500 siswa dengan lukisan yang dibuat sebanyak 1040 buah. Kegiatan semacam ini, ungkap Supriyanto, memang sudah dijadikan tradisi agar siswa baru memiliki kepedulian pada lingkungan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau