Tes Urine Diusulkan dalam Penerimaan Mahasiswa Baru

Kompas.com - 16/05/2012, 08:28 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur kian serius memberantas peredaran narkoba di kalangan mahasiswa sejak dini. Bahkan usulan agar tes urine dimasukkan dalam tahap penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri segera diluncurkan pihak Kementerian Pendidikan.

''Untuk melaksanakan tes urine memang butuh dana besar. Sekarang, tinggal bagaimana kebijakan kampus dan institusi perguruan tinggi merespon usulan ini,'' kata Kepala BNN Provinsi Jatim, Jan De Fretes, Selasa (15/5/2012) kemarin.

Menurutnya, tes urine pada pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru tersebut sangat strategis untuk mendeteksi dini peredaran narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, juga untuk menciptakan lingkungan kampus dan sekolah yang bersih dari narkoba.

Hasil penelitian BNN dan Universitas Indonesia (UI) menyebutkan, ada empat elemen masyarakat yang menjadi sasaran utama peredaran dan penyalahgunaan narkoba saat ini, yakni pelajar, mahasiswa, pegawai negeri dan pegawai swasta. ''Karena itu kami awali pencegahan dari kalangan mahasiswa,'' lanjut mantan Direktur Narkoba Polda Jatim ini.

Selain mengusulkan tahap tes urine pada sistem penerimaan mahasiswa baru, BNN Provinsi Jatim saat ini juga tengah merekrut kalangan mahasiswa untuk menjadi tenaga intelijen penanggulangan narkoba di kampusnya masing-masing.

Data Direktorat Tindak Pidana Narkoba Polri menyebutkan, lima tahun terakhir hingga 2011, kasus penyalahgunaan narkoba berdasarkan jenis mencapai 138.475 kasus. Sementara kasus khusus yang melibatkan mahasiswa selama 5 tahun tercatat 4.868 kasus dengan tren kasus yang cenderung meningkat. Pada 2007 (818 kasus), 2008 (1.001 kasus), 2009 (992 kasus), 2010 (942 kasus), dan 2011 (1.115 kasus). 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau