Rossi: Saya Ingin Sebuah Gelar Bersama Ducati

Kompas.com - 19/05/2012, 06:36 WIB

LE MANS, KOMPAS.com — Valentino Rossi melakukan sebuah wawancara secara langsung dengan MotoGP.com, yang disponsori oleh Monster. Lebih dari 30.000 pertanyaan dituangkan bagi pebalap Italia tersebut tentang kehidupannya, baik di dalam maupun di luar trek.

Berikut beberapa wawancara tersebut, yang sudah disarikan.

Tanya: Bagaimana tentang keputusan pensiun Casey Stoner?

Rossi: "Ini sebuah pukulan. Tidak ada orang yang mengharapkan demikian. Kami semua berpikir dia akan meneruskannya paling tidak satu tahun lagi...".

T: Bagaimana dengan pensiun Anda sendiri?

R: Saya tidak punya niat pensiunRossi kembali meyakinkan fans, MotoGP adalah hidup saya dan sangat menggairahkan. Saya ingin tetap membalap selama memungkinkan. Paling tidak dua tahun lagi, saya bisa menjamin itu."

T: Ketika Anda benar-benar pensiun, apa yang akan Anda lakukan?

R: "Saya ingin membuka sekolah balap, seperti Schwantz dan Edwards sudah lakukan, tetapi ini belum waktunya untuk berpikir tentang hal tersebut."

T: Apa yang Anda pikirkan tentang keadaan saat ini mengenai MotoGP dan CRT?

R: Dalam sebuah dunia yang sempurna, kami menginginkan 25 motor MotoGP di grid. Tetapi, selama krisis ekonomi, kami perlu membalap dengan motor yang lebih murah. Tidak ada orang yang senang dengan hal itu. Ini menjadi sebuah langkah mundur bagi para pebalap, tetapi yang penting adalah mengubah aturan."

T: Apa tujuan Anda untuk musim ini?

R: "Tentu saja kami akan berusaha meraih kemenangan paling tidak satu grand prix, meskipun hal itu sulit. Kami masih jauh dari kelompok depan, dan tiga pebalap teratas sedang terbang. Kami akan berusaha memangkas gap, selangkah demi selangkah. Hal yang lebih baik di Portugal, dan kami perlu memperbaiki satu posisi suatu saat nanti."

T: Apakah ada pembaruan yang dilakukan pada Ducati Anda?

R: Kami berharap modifikasi terakhir akan bekerja dengan baik. Pekan depan kami akan melakukan uji coba dua hari di Mugello, di mana kami akan mencoba beberapa hal baru. Kemudian, kami akan mengetahui jika ada beberapa titik terang di ujung sana."

T: Apakah Anda menginginkan sesuatu secara khusus?

R: "Tentu: meraih sebuah gelar bersama Ducati."

T: Di antara para juara masa lalu, siapa yang ingin Anda tantang lagi dalam balapan?

R: "Kevin Schwantz. Saya pikir sebuah pertarungan ketat akan terjadi."

T: Bagaimana Anda latihan?

R: "Saya pergi ke gym tiap hari. Kemudian saya mengendarai dan mencoba menghabiskan waktu sebanyak mungkin di motor; saya naik motard, motocross, trek datar, dan juga gokart. Saya harus lebih banyak latihan sekarang dibandingkan 10 tahun lalu. Waktu itu saya hampir tidak lakukan apa-apa (tertawa)."

T: Siapa yang akan Anda rekrut ketika pensiun?

R: "Antonelli dan Fenati sangat cepat, tetapi kami juga memiliki beberapa pebalap di Moto2. Saya suka Iannone. Saya berharap secara umum masa depan bagi para pebalap Italia bagus. Ini terlihat seperti kami sedang menginvestasi lebih banyak pebalap muda sekarang, seperti yang mereka lakukan di Spanyol."

T: Di antara sejumlah desain yang sudah dikenakan, yang mana helm favorit Anda?

R: "Satu di mana wajah saya ada di sana, yang mana saya pakai di Mugello pada 2008. Itu adalah ekspresi saya ketika memasuki Casanova-Savelli."

T: Apa kenangan yang Anda miliki dari Simoncelli?

R: "Banyak yang  saya miliki. Musim dingin ini saya membangun sebuah trek tanah yang besar di Tavullia untuk latihan. Iannone dan Pasini sudah datang untuk membalap bersama saya di sana. Ketika saya memasuki tikungan dengan gigi empat, ban belakang sliding, saya berpikir tentang dia dan bagaimana dia begitu menyukai hal itu. Saya sering berpikir tentang setiap saat di mana kami latihan bersama-sama."

T: Jika Anda memainkan sebuah alat musik, apakah itu? Dan di band apa?

R: "Saya ingin bermain gitar untuk Pink Floyd atau AC/DC."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau