Fasilitas Cukup, Polisi Tolak Pindahkan John Kei ke Ruang VIP

Kompas.com - 22/05/2012, 13:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga John Kei, tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung, meminta aparat kepolisian memindahkan John ke ruang perawatan VIP untuk mempercepat proses penyembuhan. Namun, permintaan ini ditolak aparat kepolisian.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, fasilitas yang dimiliki Ruang Tembesu di RS Polri Sukanto, tempat John Kei dirawat, sudah mencukupi. "Seluruh pelayanan medis di RS Polri sudah mencukupi. Selalu ada dokter ahli dan obatnya juga," papar Rikwanto, Selasa (22/5/2012).

Hal lain yang membuat kepolisian menolak permintaan keluarga adalah karena status John Kei sebagai tersangka. "Statusnya yang sebagai tersangka jadi harus di ruang itu," ucap Rikwanto.

Sebelumnya, Yuli R, istri John Kei, mengaku khawatir dengan kondisi ruang rawat Tembesu karena dianggap tidak menunjang proses penyembuhan kaki kanan suaminya. "Kami minta itu, tapi ditolak. Tak jelas alasannya kenapa ditolak. Tau sendiri kan keadaan rumah sakit seperti apa, kalau di ruang VIP kan bagus ya, perawatannya baik," ujar Yuli di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (21/5/2012).

John Kei diketahui masuk kembali ke ruang perawatan pada tanggal 15 Mei 2012 lalu akibat infeksi di kaki kanannya. Luka tersebut akibat ditembus timah panas oleh polisi saat ditangkap pada 17 Februari 2012 lalu di Hotel C'Ones, Pulomas, Jakarta Timur.

Karena kembali dirawat, status John Kei sendiri sebagai tersangka otak kasus pembunuhan Tan Harry Tantono dibantarkan oleh Polda Metro Jaya. Artinya, masa perawatan John Kei selama di rumah sakit tidak akan mengurangi masa tahanannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau