PONTIANAK, KOMPAS.com - Jumlah warga Kalimantan Barat penerima program beras untuk masyarakat miskin atau raskin berkurang dari 346.675 keluarga menjadi 241.655 keluarga pada tahun 2012 ini.
Perlu sosialisasi yang jelas kepada masyarakat karena perubahan jumlah penerima terjadi di tengah tahun anggaran. Jumlah masyarakat penerima raskin ditetapkan oleh Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat.
Dalam surat yang ditandatangani oleh Deputi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Adang Setiana pada 24 April 2012, data baru penerima raskin itu berlaku mulai Juni hingga Desember 2012. Kepala Perum Bulog Divisi Regional Kalimantan Haryo Bawono, Rabu (23/5/2012) mengatakan, perubahan jumlah penerima raskin di tengah tahun anggaran itu harus disosialisan. Tujuannya, agar masyarakat yang tak menerima lagi raskin bisa memahami pengurangan jumlah itu dan Bulog hanya bertugas menyalurkan. Namun karena tugas itu, Bulog akan berhadapan langsung dengan masyarakat.
"Kami akan mengundang tim dari kementerian supaya menjelaskan langsung kepada pemerintah daerah tingkat dua. Dari kepala daerah tingkat dua, sosialisasi bisa diteruskan kepada masyarakat," kata Haryo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang