Korban sukhoi

Jenazah Yusuf Disambut Isak Tangis

Kompas.com - 24/05/2012, 15:54 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Setelah selesai pemakaman almarmuh Aditya Sukardi, kini giliran jenazah Yusuf Ariwibowo (37), yang juga korban kecelakaan pesawat Sukhoi superjet 100, di Gunung Salak, Jawa Barat, tiba di rumah keluarganya di Jalan Lahor, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.

Almarhum Yusuf adalah salah satu korban dari dari 14 staf Sky Aviation yang ikut dalam penerbangan pesawat Sukhoi itu. Jenazah tiba di Kota Malang, Kamis (24/5/2012), sekira pukul 12.48 WIB.

Dari Jakarta, jenazah Yusuf diterbangkan dengan pesawat Batavia Air, tujuan Jakarta-Malang menuju Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. Dari Bandara Abdulrachman Saleh, jenazah dibawa ambulans PMI Kota Malang. Saat jenazah Yusuf diturunkan dari ambulance, tanpak ibunda Yusuf, Tri Rahayu,  tak kuasa menahan tangis.

Hal yang sama juga terjadi pada para kerabat dekat almarhum Yusuf. Pihak keluarga almarhum Yusuf lainnya, terus meminta dan memberikan dukungan agar ibu empat anak itu, tetap tegar menghadapi musibah yang menimpa putra sulungnya tersebut. "Mohon sabar ibu, ikhlaskan kembali kepada Allah," ujar salah satu pelayat, sembari memeluk tubuh ibu Yusuf.

Saat duduk di dekat peti jenazah Yusuf, Tri Rahayu didampingi putra-putrinya. Tri Rahayu terus meneteskan air mata. Duka mendalam terlihat di wajahnya. Usai peti jenazah disemayamkan di teras rumah, ratusan pelayat langsung menggelar salat jenazah secara berjamaah. "Salat jenazah sudah bisa laksanakan. Silakan para pelayat untuk mengambil wudhu dulu," pinta salah satu keluarga almarhum Yusuf, saat itu.

Sementara, ibunda Yusuf, masih tak mau meninggalkan peti jenazah. "Saya ingin bersama anak saya," katanya sembari menangis.

Khawatir air mata menetes ke peti jenazah, ibunda Yusuf diminta untuk tidak menangis. "Mohon jangan sampai air matanya menetes ke peti jenazah ibu. Kasihan almarhum. Mohon diikhlaskan," pinta salah satu kerabat dekat Yusuf.

Usai shalat, jenazah Yusuf, langsung dimakamkan di Tempat pemakaman umum (TPU) Samaan, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Almarhum Yusuf, diketahui baru setahun bergabung menjadi staf di Sky Avition, di Jakarta. Sebelumnya bekerja disebuh hotel di Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau