Manajemen IPB berharap kasus ini bisa dijadikan momentum bagi polisi untuk menata ulang kepemilikan senjata api.
Dua petugas satpam yang tewas itu adalah Supriatna (40) dan Suhardi (41). Saat kejadian, keduanya sedang di dekat lokasi parkir Masjid Al Hurriyah yang berada di lingkungan Kampus IPB di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat itu mahasiswa, dosen, dan pegawai IPB sedang bersiap shalat Jumat.
Mereka curiga dengan gerakgerik dua pengendara sepeda motor yang mendekati lokasi parkir. Supriatna mendekati pengendara sepeda motor itu yang lalu diikuti Suhardi. Dua pengendara sepeda motor itu berusaha kabur, tetapi dikejar oleh keduanya. Lalu, sempat terjadi pergumulan sebelum pelaku melepas tembakan.
”Saya sedang menaruh sandal di dekat masjid dan mendengar dua kali letusan pistol. Kemudian diikuti dua letusan lagi. Sewaktu saya lihat ke parkiran, dua satpam sudah tergeletak,” tutur Sekretaris Eksekutif IPB Bonny Poernomo Wahyu Sukarno.
Suhardi meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Supriatna meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
”Total di tubuh kedua korban ada empat proyektil,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul.
Santoso (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB, melihat dua pelaku berdandan seperti mahasiswa, mengenakan jaket hitam dan membawa tas.
Polda Jawa Barat dan Polres Bogor sudah membentuk tim pemburu. Polisi sudah membuat sketsa pelaku. Saat ini kawasan Kampus IPB juga dijaga ketat.
Jenazah dua petugas satpam itu, Jumat malam, disemayamkan di Gedung Rektorat IPB untuk penghormatan terakhir sebelum diserahkan kepada perwakilan keluarga.
Rektor IPB Herry Suhardiyanto mendesak adanya penataan ulang kepemilikan senjata api di kalangan sipil.
”Pelaku yang nekat menembakkan pistol di kampus pada siang hari artinya sangat nekat,” kata Bonny.
Kasus serupa pernah terjadi di perumahan Vila Bintaro Indah, Jombang, Tangerang Selatan, 17 Maret lalu. Korbannya, Djuli Elfano (47), kamerawan TVRI. Dia tewas ditembak perampok saat mempertahankan motor anaknya yang hendak dicuri.
Tim dari Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sudah menangkap dua dari enam orang komplotan pencuri dan perampas motor bersenjata api. Komplotan ini juga yang menembak mati Djulie Elfano.
”Baru dua yang tertangkap,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Komisaris Besar Rikwanto, Rabu (23/5).