IMF: Yunani Harus Tolong Diri Sendiri

Kompas.com - 26/05/2012, 16:25 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Direktur IMF, Christine Lagarde, mendesak warga Yunani untuk membayar pajak, dengan mengatakan dia lebih mengkhawatirkan penderitaan anak-anak di sub-Sahara Afrika ketimbang warga Eropa yang terimbas krisis.

Dalam sebuah wawancara dengan koran Guardian, Lagarde menyatakan ini adalah waktu pembalasan bagi Yunani.

Yunani telah berjanji untuk melaksanakan pemangkasan anggaran yang ketat sebagai bagian dari kesepakatan dana bantuan sebesar multi-miliar euro untuk terhindar dari kebangkrutan.

Tetapi kesepakatan itu sekarang terancam setelah pemilihan umum yang tidak meyakinkan pada bulan Mei.

Di saat Yunani menunggu pemilu baru di bulan Juni, sekarang ada kekhawatiran bahwa Athena mungkin akan terpaksa meninggalkan euro.

Hal ini bisa menimbulkan kekacauan di perbankan - bukan hanya di Yunani tetapi juga negara euro lainnya, demikian peringatan dari sejumlah pengamat.

Sikap tanpa kompromi

Dalam wawancara yang diterbitkan Jumat (25/5/2012), Direktur IMF itu mengatakan, "Sama seperti yang menjadi kepedulian Athena, saya juga memikirkan tentang semua orang yang mencoba untuk kabur dari pajak sepanjang waktu. Saya rasa mereka juga harus menolong diri mereka sendiri secara bersama-sama," kata Lagarde.

Dia menambahkan. "Saya lebih memikirkan anak-anak kecil dari sebuah sekolah di desa kecil di Niger yang belajar dua jam sehari, berbagi satu bangku untuk tiga orang, dan yang sangat ingin mendapatkan pendidikan. Saya memikirkan mereka sepanjang waktu. Karena saya rasa mereka lebih membutuhkan bantuan ketimbang warga di Athena."

Dan ketika ditanya apakah dia mengatakan kepada warga Yunani dan negara Eropa bahwa mereka telah memiliki waktu yang menyenangkan dan sekarang adalah waktu pembalasan, Lagarde menanggapinya dengan jawabab, "Itu benar".

Dia juga menegaskan bahwa IMF tidak berniat melunakkan ketentuan paket penghematan Yunani.

Yunani mengalami resesi selama lima tahun, lumpuh akibat utang yang menggunung, angka pengangguran yang tinggi dan aksi buruh terkait kebijakan pemangkasan anggaran.

Jajak pendapat kini mengungkap bahwa blok kiri Syriza, yang menduduki peringkat ke dua dalam pemilu 6 Mei lalu, kemungkinan akan memenangkan pemilu lanjutan 17 Juni mendatang.

Selama ini mereka menentang kondisi ketat yang dikenakan atas Yunani di bawah kesepakatan bantuan dana yang besar dari Uni Eropa dan IMF.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau