Benny : Grasi Corby Tak Turunkan Komitmen Perangi Narkoba

Kompas.com - 28/05/2012, 13:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberian grasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada terpidana kasus narkotika, Schapelle Corby, dinilai sama sekali tidak menurunkan komitmen pemerintah dalam memberantas kejahatan narkotika.

"Pemberian grasi sama sekali tidak menurunkan komitmen memerangi narkoba," kata Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Hukum Benny K Harman di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin ( 28/5/2012 ).

Sebelumnya, berbagai pihak mengkritik sikap Presiden yang memberikan pengurangan masa hukuman untuk Corby selama lima tahun. Sikap itu dinilai bertolak belakang dengan kampanye pemerintah dalam pemberantasan narkotika, terorisme, dan korupsi.

Apalagi bila dikaitkan dengan kebijakan Kementerian Hukum dan HAM yang memperketat pemberian remisi, asimiliasi, dan bebas bersyarat untuk terpidana kasus narkotika, korupsi, dan terorisme.

Corby diputuskan bersalah atas tuduhan kepemilikan 4,2 kg ganja dan divonis 20 tahun oleh Pengadilan Negeri Denpasar pada 27 Mei 2005 silam.

Benny mengatakan, relasi di dunia internasional antara Indonesia dan Australia menjadi faktor penting dalam pemberian grasi itu. Pengurangan masa hukuman, kata Benny, adalah hak Presiden yang diatur dalam konstitusi.

Ketika dimintai tanggapan mengenai kritikan bahwa angka pengurangan masa tahanan lima tahun terlalu besar, mantan Ketua Komisi III DPR itu mengatakan, "Itu adalah subjektif Presiden. Apakah lima tahun, 10 tahun, itu sepenuhnya hak subjektif presiden. Itu tidak bisa dipersoalkan atau dibatalkan siapapun. Termasuk pengadilan. Itu adalah kewenangan yang diberikan konstitusi, bukan undang-undang sehingga ngga bisa digugat."

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau