Bogor, Kompas
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul, Selasa (29/5). Dua tim masing-masing terdiri atas lima dan enam personel gabungan Polres Bogor dan Polda Jawa Barat.
”Posisi mereka sudah terlacak. Mereka tetap ’lari’. Namun, saya tidak bisa menyebutkan daerah pengejaran,” tutur Martinus.
Seperti diberitakan, Jumat (25/5), dua petugas satpam Kampus IPB Dramaga tewas ditembak pencuri sepeda motor yang sedang beraksi di tempat parkir masjid kampus menjelang shalat Jumat. Kedua petugas itu meninggal, masing-masing terkena dua tembakan. Dari hasil otopsi, diketahui keduanya tertembak di jantung.
Mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat karena kemampuan menembak mereka, Martinus belum berani berkomentar hingga dua pelaku tertangkap. Namun, menurut dia, kedua pelaku yang sedang diburu itu bukan ”pemain” baru.
Kapolsek Dramaga Ajun Komisaris Pahyuniati mengatakan, kasus tersebut pada Selasa telah resmi dilimpahkan ke Polres Bogor. Namun, Kasat Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Imron Ermawan belum bisa memberi keterangan perkembangan penyidikan.
Bintatar Sinaga, pemerhati kriminalitas dari Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, menilai, pengungkapan kasus ini merupakan pertaruhan kredibilitas kepolisian.
”Kalau tidak bisa, ini akan menjadi tamparan bagi kepolisian. Akan diartikan mereka tidak bisa melindungi warganya. Hanya kesigapan dan kecepatan mereka mengungkap kasus ini yang bisa kembali meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Bintatar.
Sementara itu, kepolisian di wilayah Jakarta Utara menangkap 16 pelaku pencurian sepeda motor dan mobil. Mereka terbukti terlibat dalam 14 kasus pencurian kendaraan bermotor di Jakarta Utara.
Para pelaku diduga juga terlibat dalam 30 kasus pencurian kendaraan bermotor lainnya di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kabupaten Bekasi.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Didi Hayamansyah mengatakan, penangkapan itu merupakan hasil operasi terpadu antar-polsek di bawah satuan pencurian kendaraan bermotor. Operasi itu berlangsung selama satu bulan dan dikendalikan Kapolres Jakarta Utara.