Pencurian dengan kekerasan

Dua Tim Buru Pelaku Penembak Satpam IPB

Kompas.com - 30/05/2012, 03:27 WIB

Bogor, Kompas - Identitas dua pencuri sepeda motor yang membunuh dua petugas satuan pengamanan Kampus Institut Pertanian Bogor di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah terlacak berikut posisi mereka. Dua tim ditugaskan mengejar dua pelaku yang berpencar itu.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul, Selasa (29/5). Dua tim masing-masing terdiri atas lima dan enam personel gabungan Polres Bogor dan Polda Jawa Barat.

”Posisi mereka sudah terlacak. Mereka tetap ’lari’. Namun, saya tidak bisa menyebutkan daerah pengejaran,” tutur Martinus.

Seperti diberitakan, Jumat (25/5), dua petugas satpam Kampus IPB Dramaga tewas ditembak pencuri sepeda motor yang sedang beraksi di tempat parkir masjid kampus menjelang shalat Jumat. Kedua petugas itu meninggal, masing-masing terkena dua tembakan. Dari hasil otopsi, diketahui keduanya tertembak di jantung.

Diduga oknum aparat

Mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat karena kemampuan menembak mereka, Martinus belum berani berkomentar hingga dua pelaku tertangkap. Namun, menurut dia, kedua pelaku yang sedang diburu itu bukan ”pemain” baru.

Kapolsek Dramaga Ajun Komisaris Pahyuniati mengatakan, kasus tersebut pada Selasa telah resmi dilimpahkan ke Polres Bogor. Namun, Kasat Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Imron Ermawan belum bisa memberi keterangan perkembangan penyidikan.

Bintatar Sinaga, pemerhati kriminalitas dari Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, menilai, pengungkapan kasus ini merupakan pertaruhan kredibilitas kepolisian.

”Kalau tidak bisa, ini akan menjadi tamparan bagi kepolisian. Akan diartikan mereka tidak bisa melindungi warganya. Hanya kesigapan dan kecepatan mereka mengungkap kasus ini yang bisa kembali meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Bintatar.

16 pencuri ditangkap

Sementara itu, kepolisian di wilayah Jakarta Utara menangkap 16 pelaku pencurian sepeda motor dan mobil. Mereka terbukti terlibat dalam 14 kasus pencurian kendaraan bermotor di Jakarta Utara.

Para pelaku diduga juga terlibat dalam 30 kasus pencurian kendaraan bermotor lainnya di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Kabupaten Bekasi.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Didi Hayamansyah mengatakan, penangkapan itu merupakan hasil operasi terpadu antar-polsek di bawah satuan pencurian kendaraan bermotor. Operasi itu berlangsung selama satu bulan dan dikendalikan Kapolres Jakarta Utara.

(GAL/MDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau