Kondotel 40 Lantai Dibangun di Ambon

Kompas.com - 31/05/2012, 05:35 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Tidak lama lagi, kondominium dan hotel (kondotel) megah setinggi 40 lantai yang dilengkapi fasilitas belanja dan hiburan berstandar internasional akan dibangun di Kota Ambon. Untuk mendukung kehadiran Victoria Park Tower, PT. Spacecon Internasional selaku investornya mengajak Bandara Internasional Incheon di Seoul, Korea Selatan, untuk bersama-sama mengembangkan Bandara Pattimura Ambon.

Internasionalisasi Bandara Pattimura menjadi bandara yang disinggahi maskapai penerbangan asing, menjadi salah satu agenda prioritas PT. Spacecon Internasional.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT. Spacecon Internasional, Raphael Shin, saat penandatanganan kontrak kerja pembangunan Victoria Park antara PT. Spacecon Internasional dengan perusahaan BUMN PT. PP (Persero) Tbk, dan PT. KBNP Joint Operation yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (30/5/2012).

“Sejak awal kami telah didorong Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendukung beberapa sektor di Maluku secara terpadu yakni pariwisata, infrastruktur dan perikanan. Oleh karena itu, langkah pertama kami adalah internasionaliasi Bandara Pattimura Ambon,” kata Raphael.

Untuk mewujudkannya, PT. Spacecon Internasional bersama Incheon Internasional Airport Corporation dari Korea Selatan telah bekerjasama dengan PT. Angkasa Pura untuk mengembangkan penerbangan internasional dari Bandara Pattimura Ambon ke beberapa negara di kawasan Asia-Pasifik.

Pengembangan fisik Bandara Pattimura akan dilakukan berupa perpanjangan dan pelebaram landasan pacu (runway) yang bisa disinggahi pesawat berbadan lebar, termasuk pengembangan kapasitas SDM, peningkatan operasional serta manajemen pengelolaan bandara.

Bandara internasional Incheon adalah salah satu bandara terbaik di dunia dan masuk dalam daftar lima bandara tersibuk di dunia. Bandara yang merupakan hasil reklamasi dari dua pulau ini bahkan menjadi terbaik dari Bandara Internasional Hongkong dan Bandara Changi Singapura.

Selain kerjasama dengan PT. Angkasa Pura untuk mengembangkan Bandara Pattimura, Incheon International Airport juga bekerjasama untuk mengembangkan Bandara Juanda, Surabaya, dalam bentuk yang sama.

Selain itu, untuk mengatasi problem transportasi antar pulau, khususnya akses ke pulau-pulau yang menjadi tujuan wisata seperti Banda, Victoria Park akan dilengkapi dengan flyn ship (perahu terbang). Wisatawan yang menginap di Victoria Park akan ditawari paket wisata untuk mengunjungi objek-objek wisata di Ambon dan sekitarnya, termasuk menjangkau pulau-pulau di Maluku.

Raphael mengatakan, di bidang pariwisata pihaknya akan memperkenalkan pariwisata bahari dan keajaiban-keajaiban coral (karang) di Maluku kepada wisatawan luar negeri. Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan travel tourism di luar negeri guna mempromosikan potensi pariwisata Maluku.
Ia berharap, Victoria Park nantinya menjadi kebanggaan bersama dan dapat menjadi daya tarik wisatawan maupun investor dari dalam maupun luar negeri. Raphael yakin, Victoria Park kedepan menjadi icon Maluku dan bisa bersaing dengan icon-icon yang dimiliki oleh daerah bahkan negara lain di dunia.

“Kami minta doa restu serta dukungan masyarakat dan pemerintah di Maluku, agar peletakan batu pertama Victoria Park yang rencananya tanggal 17 Juli nanti dapat berjalan lancar. Kami sangat berterima kasih karena diberikan kesempatan untuk mengembangkan ekonomi di Provinsi Maluku, dan kami sadari tugas yang mulia itu hanya dapat berhasil bila mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat secara penuh,” tandas Raphael.

Sementara itu, Kepala Divisi Operasi III-PT. PP (Persero) Lukman Hidayat, berterima kasih perusahaan BUMN itu dipercayakan untuk membangun dan pengembangan pariwisata di Maluku. Menurut Lukman, proyek yang akan dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp.1,8 triliun itu termasuk proyek spektakuler di Indonesia.

“Ini proyek spektakuler karena bangunan Victoria Park yang akan dibangun di Ambon ini yang tertunggi di Indonesia bagian timur,” katanya.
Lukman mengatakan, proyek Victoria Park termasuk kategori proyek high class karena akan menggunakan teknologi tinggi dalam proses pengerjaannya. Namun dia berharap adanya partisipasi pula dari pengusaha lokal di daerah Maluku.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu dalam sambutannya mengatakan, penandatanganan kontrak kerja antara PT. Spacecon Internasional dengan PT. PP dan KBNP Joint Operation merupakan langkah maju dalam merealisasikan proyek pembangunan Victoria Park.
Dikatakannya, untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi Maluku, salah satu sektor unggulan yang ditetapkan untuk dikembangkan adalah pariwisata. Penetapan sektor pariwisata ini, setelah mempertimbangkan bahwa Maluku memiliki potensi pariwisata yang besar,” katanya.

“Sangatlah tepat untuk menjadikan Maluku sebagai pilihan utama destinasi wisata dan lokasi kegiatan investasi yang menjanjikan,” katanya.

Untuk memaksimalkan potensi pariwisata tersebut, kata Ralahalu, diperlukan dukungan dan paritisipasi semua pihak terkait, termasuk dunia usaha. Partisipasi dunia usaha meliputi pula pembangunan hotel dengan fasilitas yang memadai dan memenuhi standar internasional. Apalagi, kata dia, jumlah kunjungan wisatawan saat ini ke Maluku dari tahun ke tahun cenderung meningkat.

“Pembangunan Victoria Park di Ambon adalah salah satu partisipasi dunia usaha. Kehadirannya nanti dipastikan memberikan manfaat ganda, seperti terbukanya lapangan kerja baru, penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan usaha lokal yang terkait, dan semuanya bermuara pada peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Lebih lanjut Ralahalu mengharapkan agar pekerjaan Victoria Park nantinya juga melibatkan partisipasi kontraktor atau pengusaha lokal di daerah Maluku, sebagai wujud pemberdayaan kepada masyarakat lokal.

Dalam acara penandatanganan kontrak kerja pembangunan Victoria Park Tower, hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Maluku, para pimpinan SKPD Provinsi Maluku, para pelaku usaha serta perbankan di Maluku. Perwakilan dari Bandara Internasional Incheon Korea Selatan yang ditetapkan sebagai bandara terbaik dunia juga hadir dalam acara tersebut yakni Direktur Incheon Internasional Airport Corporation, Bum-Ho dan Deputi Director Global Business Development Group Incheon Internasional Airport Corporation, Chae Woo Lee.

Penandatanganan kontrak kerja dilakukan Presiden Direktur PT. Spacecon Internasional Raphael Shin dan Kepala Divisi Operasi III-PT. PP Lukman Hidayat. Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu ikut menandatangani kontrak kerja selaku pihak yang mengetahui. Hadir sebagai saksi penandatanganan kerja tersebut Presiden Komisaris PT. Spacecon Internasional Hi. Azis Samual, Kepala Cabang VII-PT. PP Fatchui Birri, Manager PT. PP Cabang Maluku Rudy Harsono, dan Direktur Utama KBNP Joint Operation John Sucahyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau