AS Tuduh Rusia Dapat Picu Perang Saudara

Kompas.com - 01/06/2012, 07:06 WIB

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan bahwa kebijakan Rusia berpotensi menyulut terjadinya perang saudara di Suriah.

"Rusia mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak menginginkan perang saudara. Saya sudah mengatakan kepada mereka bahwa kebijakan mereka akan membantu timbulnya perang saudara," kata Hillary.

Menlu Amerika Serikat mengatakan hal itu di hadapan para mahasiswa Denmark di Kopenhagen, Kamis (31/5/2012).

Pernyataan itu disampaikan setelah Rusia dan China kembali menyuarakan penentangan terhadap tindakan lebih tegas Dewan Keamanan PBB.

Menurut Hillary, sejauh ini tidak ada dukungan internasional yang cukup karena Rusia dan China menentang aksi Dewan Keamanan PBB dan telah dua kali memveto resolusi mengenai Suriah.

"Banyak pihak berusaha memikirkan campur tangan seperti apa yang bisa efektif, yang tidak akan memakan korban lebih besar dan penderitaan lebih lanjut," tuturnya.

Pertempuran meluas

Pada saat ini, ungkap Hillary, terdapat sejumlah perencanaan, antara lain rencana sipil, kemanusiaan, dan militer.

Namun, Hillary menegaskan, pihaknya belum menyerah untuk berusaha membujuk Rusia agar mendukung tindakan lebih tegas terhadap Pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al Assad.

Peluang konflik Suriah berubah menjadi perang saudara penuh, kata Hillary, akan semakin besar apabila dunia gagal bertindak.

"Bahaya yang kita hadapi sangat buruk," kata Menlu AS itu.

Sementara itu wartawan BBC yang baru kembali dari liputan secara diam-diam di Suriah selama tiga minggu mengatakan, pertempuran sektarian di negara itu menyebar luas.

Dia mengatakan, pihak-pihak di Suriah yang sebelumnya berpendapat situasi tidak akan pernah berubah menjadi konflik sektarian sekarang mengatakan, konflik sektarian lebih sering terjadi dan sering terjadi pertempuran antardesa.

Dia juga mengatakan, sebagian petempur pemberontak mengalami tekanan besar dan hanya mampu bertahan.

Para anggota Tentara Pembebasan Suriah terpaksa menjual perabotan untuk membeli peluru, bahkan seorang petempur harus menjual senapan untuk memberi makan keluarganya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau